Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Aksi Bertujuan Sampaikan Aspirasi Berujung Pembakaran Kantor DPRD Provinsi dan DPRD Kota Makassar

Suasana kantor DPRD Makassar pasca terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp253,4 milia

Makassar Media Duta,- Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Sulawesi Selatan, Asrullah Dimas menyatakan keprihatinan mendalam dan berduka cita atas korban nyawa akibat tragedi demonstrasi di Kota Makassar pada 29 Agustus 2025 karenakan ketidakpedulian pemerintah dan politisi Kota Makassar, (30/8).

Aksi yang semula bertujuan menyampaikan aspirasi berujung chaos hingga menyebabkan pembakaran Kantor DPRD Kota Makassar, Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, perusakan Kantor Kejaksaan, serta menelan korban jiwa dan kerugian negara.

Asrullah Dimas, Ketum Badko HMI Sulsel

Dalam keterangannya, ia menduga keras bahwa aksi tersebut tidak sepenuhnya berasal dari elemen mahasiswa.

“Mahasiswa hadir untuk menyuarakan aspirasi rakyat dengan cara-cara konstitusional. Tetapi kerusuhan yang berujung pembakaran gedung negara jelas bukan karakter gerakan mahasiswa.

Namun, Bukan untuk menyudutkan salah satu elemen tertentu yang ikut dalam kerusuhan tersebut” tegas Asrullah Dimas selaku Ketua Umum HMI Badko Sulsel.

Ia juga mempertanyakan kehadiran aparat keamanan yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusifitas.

“Bagaimana mungkin simbol negara bisa dibakar tanpa pengamanan memadai? Di mana aparat ketika situasi mulai memanas? Sangat disayangkan, dan kami bisa saja berasumsi bahwa adanya pembiaran(cipta kondisi) dari pihak aparat sehingga memberi ruang chaos sampai memakan korban,” ujarnya.

Asrullah Dimas yang akrab disapa Dimas juga menyinggung teori Collective Behavior dari Neil Smelser, yang menjelaskan bahwa perilaku kolektif massa cenderung muncul ketika terdapat ketidakpuasan sosial yang tidak direspon dengan baik oleh institusi. Dalam teori ini, faktor struktural seperti ketidakjelasan komunikasi kebijakan dan ketidakmampuan otoritas mengelola konflik dapat memicu ledakan aksi spontan yang sulit dikendalikan.

“Chaos yang terjadi di Makassar adalah contoh nyata dari teori Smelser. Kebijakan yang diambil tanpa dudukan persoalan yang matang dan tanpa ruang dialog bersama rakyat akan melahirkan ketidakpuasan, yang akhirnya meledak dalam bentuk aksi brutal,” ujarnya.

Lanjutnya Kekacauan ini membutuhkan jawaban dari pemerintah atas menurunnya pendapatan masyarakat dan luapan kejenuhan atas ekonomi yg mencekik.( Muh Hasim Arfah)

Posting Komentar untuk "Aksi Bertujuan Sampaikan Aspirasi Berujung Pembakaran Kantor DPRD Provinsi dan DPRD Kota Makassar"