Seharusnya menjadi penutup akhir pekan yang damai bagi pasangan suami istri pengusaha garmen, Husni Zarkasih (58) dan Zakiah Husni (53). Di rumah mereka yang asri di Jalan Pengairan No. 21, Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, matahari baru saja terbenam.
Keduanya menunaikan salat Magrib, sebuah rutinitas spiritual yang menenangkan hati, tanpa menyadari bahwa itu adalah ibadah terakhir mereka.
I. Ketukan Sang Orang Kepercayaan Sekitar pukul 18.00 WIB, ketenangan rumah itu terusik oleh ketukan pintu. Husni membuka pintu dan mendapati wajah yang sangat ia kenal: Ahmad Zulkifli.
Zulkifli bukanlah orang asing. Ia adalah sopir pribadi yang telah mengabdi kepada keluarga Husni selama 20 tahun. Dua dekade adalah waktu yang cukup lama untuk membangun kepercayaan, membuat Husni lengah.
Namun, Zulkifli tidak datang sendiri; ia membawa dua rekannya, Engkos Koswara dan Sutarto mantan karyawan pabrik milik Husni yang baru saja diberhentikan. Di balik senyum atau sapaan yang mungkin sempat terucap, tersimpan bara dendam yang mematikan.
Masalah pesangon yang tak kunjung cair pasca-PHK menjadi bahan bakar kebencian mereka, mengubah loyalitas puluhan tahun menjadi rencana pembunuhan yang dingin.
II. Eksekusi yang Dingin Tanpa basa-basi, ketiga tamu itu merangsek masuk. Rumah yang tadinya hangat berubah menjadi neraka dalam hitungan menit.
Husni yang mencoba melawan tak berdaya menghadapi keroyokan tiga orang yang lebih muda. Sebuah besi menghantam kepala bagian belakangnya, melumpuhkan sang kepala keluarga seketika.
Mendengar keributan, Zakiah yang berada di lantai dua entah baru selesai berdoa atau sedang beristirahat terkejut. Namun, sebelum ia sempat memahami situasi, para pelaku menyergapnya.
Nasib Zakiah berakhir sama tragisnya dengan suaminya; ia dihabisi tanpa ampun. Setelah nyawa kedua majikan itu melayang, para pelaku tidak langsung pergi.
Dengan ketenangan yang mengerikan, mereka mengambil bedcover (seprai tebal) milik korban.
Tubuh kaku Husni dan Zakiah dibungkus rapat, seolah-olah mereka adalah paket kargo, bukan manusia yang pernah memberi mereka. (*)

Posting Komentar untuk "Orang Kepercayaan Yang Tidak Bisa Dipercaya, Supir PRIBADI Habisi Tuannya"