Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Zainuddin Saat Masih Kecil Terbawa Kereta Api Dan Tidak Tahu Kembali


Tak pernah terbayang Zainuddin (39), langkah nekatnya meloncat ke atas kereta Api saat magrib di usia tujuh tahun justru membawanya pada perjalanan hidup panjang, getir, dan penuh tanda tanya selama lebih dari tiga dekade.

Saat itu, bocah kelas 1 SD asal Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap ini kabur dari rumah karena kerap dimarahi orang tuanya akibat kenakalan masa kecil.

“Saya pergi dari rumah sekitar umur tujuh tahun. Waktu itu b4ndel, sering dimarahi. Sering kabur tapi ketemu lagi. Sampai akhirnya pas magrib saya ke rel kereta, lihat kereta berhenti, langsung naik saja tanpa bawa apa-apa,” tutur Zainuddin saat dihubungi, Rabu (7/1/2026).

Tanpa tujuan jelas, Zainuddin  sempat turun di sebuah stasiun yang tak ia kenali. 

Niat pulang sempat terlintas, namun malam yanggelap dan rasa takut membuatnya kembali naik kereta hingga akhirnya tiba di Stasiun Jakarta Kota keesokan paginya.

Di ibu kota, hidupnya berubah drastis.

Selama hampir sepekan, ia TERL4NTAR, tidur seadanya, dan mengandalkan belas kasih orang-orang di jalan.

“Saya sempat m!nta-m!nta di lampu merah buat makan. Pernah benar-benar hampir m4ti kelaparan. Alhamdulillah ada orang kasih ikan besar walau sudah agak b4si, tapi saya terima, itu sangat menolong,” kenangnya.

Tak lama kemudian, Zainuddin bertemu relawan yayasan sosial yang menawarinya tinggal di asrama sekaligus bersekolah. Ia menghabiskan sekitar empat tahun di sana sejak 1993. 

Namun pada 1997, karena pergantian kepemilikan yayasan dan kondisi yang tak kondusif, ia kembali berpindah-pindah mengikuti pengasuhnya hingga akhirnya menetap di Jakarta dan menyelesaikan pendidikan sampai lulus SMA.

Keterbatasan baca tulis di masa kecil membuatnya tak pernah tahu asal-usul dirinya secara pasti.

“Kalau ditanya orang asal dari mana, sekolah di mana, saya jawab nggak tahu. Bahkan saya sempat ngaku orang Semarang karena dulu ada yang bilang begitu ke saya,” ujarnya.

Upaya pencarian keluarga terus dilakukan.Ia pernah menelusuri Semarang, memasang informasi orang hilang di koran, majalah, hingga radio RRI. 

Namun semuanya berujung nih!l.

Tahun 2018-2019, Zainuddin mencoba menggambar denah lingkungan rumah masa kecilnya berdasarkan ingatan. Hingga pada 19 Desember 2025, dorongan kuat muncul dalam hatinya. 

Sepulang kerja malam, ia menuliskan secara rinci kronologi kehilangan dirinya hingga subuh dan mengunggahnya ke media sosial.

“Itu ikhtiar terakhir saya. Kalau ketemu ya saya terima apa adanya,” ucapnya. Unggahan itu viral. Netizen ramai membantu mencocokkan gambar denah yang ia buat.

Banyak yang mengarahkannya ke wilayah Maos, Cilacap. 

Hingga pada hari ketiga, bertepatan dengan Hari Ibu, seorang netizen menemukan kecocokan paling mendekati di wilayah Majenang.

“Ada satu komentar yang titiknya sama persis dengan gambar saya, cuma beda sedikit di pertemuan sungai. Dari situ saya mulai yakin,” katanya.

Melalui bantuan warganet, Zainuddin akhirnya mendapatkan kontak keluarganya.

Ia sempat melakukan panggilan video dengan sang !bu sebelum memutuskan pulang kampung pada 25 Desember 2025 bersama istr! dan an4knya.

Lokasi rumah yang ia temukan berada di Dusun Jakatawa, Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Dahulu dikenal sebagai Dusun Klepukerep, hanya berpindah dusun dalam satu desa.

“Saya jalan kaki dulu dari rumah ke rel kereta, ternyata jaraknya memang jauh. Rumah itu dekat sungai, persis seperti yang saya ingat,” ujarnya.

Pertemuan itu penuh haru.

Sang ayah telah men!ngg4l dun!a.

!bunya kini berusia 85 tahun.

Dari tujuh bersaudara, empat kakaknya telah waf4t, sementara adiknya merantau bekerja.

“Rasanya campur aduk. Saya benar-benar terima kasih sama netizen, luar biasa, terutama dari T!kT0k. Dan tentu saja sama Allah Yang Maha Kuasa,” ucap Zainuddin.

Kini Zainuddin sudah berada di Bekasi, bekerja di JNE Bekasi dan membawa sang !bu ke Bekasi beberapa hari karena rindu. 

Bagi sang !bu, kepulangan Zainuddin menjadi jawaban dari penantian panjang selama lebih dari 32 tahun. 

Sementara bagi Zainuddin, pertemuan itu menutup pencarian jati diri yang melel4hkan.

“Saya bukan cuma pulang ke rumah, tapi menemukan kembali siapa diri saya sebenarnya,” pungkasnya. 

Posting Komentar untuk "Zainuddin Saat Masih Kecil Terbawa Kereta Api Dan Tidak Tahu Kembali"