Ngeri! Belum genap 24 jam setelah Majelis Pakar secara resmi mengumumkan penunjukan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi (Rahbar) Iran yang ketiga, eskalasi militer besar-besaran langsung pecah di kawasan Timur Tengah.
Pada Senin (9/3/2026), Iran meluncurkan ratusan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara tetangga.
Langkah agresif ini dinilai banyak analis sebagai upaya penegasan otoritas Mojtaba Khamenei sekaligus respons balasan atas kematian ayahnya, Ali Khamenei, sepuluh hari yang lalu.
Majelis Pakar mengonfirmasi penunjukan Mojtaba pada Minggu malam (8/3) waktu setempat dalam sidang darurat. Tak lama setelah pengumuman tersebut, sirine peringatan serangan udara mulai meraung-raung di Tel Aviv, Haifa, hingga Yerusalem.
Laporan awal dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa sekitar 300 hingga 500 proyektil terdeteksi melintasi perbatasan udara.
Meskipun sistem pertahanan Iron Dome dan Arrow berhasil mencegat sebagian besar ancaman, beberapa ledakan dilaporkan terjadi di pangkalan udara Nevatim dan wilayah pemukiman di Israel tengah.
Tidak hanya menyasar Israel, serangan gelombang kedua dilaporkan menghujam fasilitas militer Amerika Serikat di Irak dan Suriah. Penjabat Pentagon mengonfirmasi adanya serangan terhadap pangkalan udara Al-Asad di Irak.
"Ini adalah eskalasi yang sangat berbahaya. Iran di bawah kepemimpinan baru tampaknya ingin menunjukkan bahwa mereka tidak akan mundur satu langkah pun meskipun dalam masa transisi kekuasaan," ujar seorang pejabat senior pertahanan AS di Washington.
Media pemerintah Iran, IRIB, merilis rekaman video yang memperlihatkan barisan rudal balistik berukuran besar dengan tulisan tangan di badan rudal: "At Your Command, Sayyid Mojtaba" (Atas Perintahmu, Sayyid Mojtaba).
Pesan ini dianggap sebagai deklarasi loyalitas mutlak dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kepada pemimpin baru mereka.
Mojtaba Khamenei, yang selama ini dikenal sebagai sosok di balik layar dengan pengaruh kuat di intelijen dan militer, kini secara resmi memegang komando tertinggi angkatan bersenjata.
Dunia internasional bereaksi keras terhadap serangan ini. Sekretaris Jenderal PBB menyerukan gencatan senjata segera untuk mencegah perang regional total.
Sementara itu, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan akan mengadakan pertemuan darurat sore ini.
Di sisi lain, pasar minyak dunia langsung bereaksi dengan kenaikan harga yang tajam, mengingat ketegangan di Selat Hormuz juga dilaporkan meningkat bersamaan dengan serangan rudal tersebut.
Kini mata dunia tertuju pada bagaimana Israel dan Amerika Serikat akan menanggapi "pesan pembuka" dari pemerintahan Mojtaba Khamenei yang menandai dimulainya era baru kepemimpinan di Teheran.

Posting Komentar untuk "Ayatollah Mojtaba Khamenei Secara Resmi Pemimpin Tertinggi (Rahbar) Iran"