Kelong Pendidikan Religius (19)
Oleh: Bahaking Rama.
Syahadatain dan ibadah salat, keduanya sebagai rukun Islam. Ucapkanlah syahadatain dengan baik dan benar menurut makhraj dan tajwidnya (sebagai syarat diterimanya pahala bacaan syahadat).
Kemungkinan masih ada umat Islam yang bacaan syahadatnya belum benar (salah). Perkuat dan tegakkan pula salat wajib lima waktu.
Kemungkinan masih ada umat Islam yang salat wajib lima waktunya tidak konsisten. Perbanyak pula bacaan qur’an setiap hari. Kemungkinan masih ada umat Islam yang tidak rajin baca qur’an.
Kalau demikian, maka perbuatan keji dan mungkar tidak bisa dicegah. Hanyalah salat wajib lima waktu yang khusyu’ dan benar yang dapat mencegah kekejian dan kemungkaran.
Hal ini ditegaskan Allah dalam QS. Al-Ankabut, 29 :45 yang terjemahnya “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah salat.
Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain) Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Untuk mengamalkan ajaran ini, maka perlu pemahaman yang mendalam. Supaya dapat dipahami dengan baik dan mendalam, maka dapat diajarkan melalui Kelong berikut.
ᨄᨀᨊᨅ ᨔᨖᨉᨊᨘ /
ᨀᨈᨘᨈᨘᨕᨗ ᨔᨅᨐᨊᨘ /
ᨅᨌ ᨀᨘᨑᨂ /
ᨍᨑᨗ ᨕᨘᨑ ᨑᨗᨀᨒᨗᨅᨚ
-Paka naba sahada’nu (ucapkanlah kalimat syahadat dengan benar)
-Katutui sambayannu (jaga dan pelihara salatmu)
-Baca kurangang (bacaan Al-Qur’an)
-Jari urang rikali’bong (menjadi teman setia dan penerang di alam kubur)
Nilai pendidikan dalam kelong di atas Antara lain;
1) Ucapkanlah Syahadatain dengan baik dan benar (sesuaI qaidah tajwid dan makhrajul huruf)
2) tegakkan dan perkuat salat wajib lima waktu.
3) perbanyak baca qur’an setip hari karena ia menjadi teman dan penerang di alam kubur.
Umat Islam wajib mengetahui bacaan dan memahami serta mengamalkan Al-Qur’an. Pedoman hidup manusia adalah Al-Qur’an, menjadi petunjuk ke jalan yang benar. Allah menjelaskan dalam QS. Al-Baqarah,2: 185 yang retjemahnya.
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di alamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan menganai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).
Bacalah Al-Qur’an dengan baik. Sebagaimana perintah Allah dalam QS, Al-Muzzammil, 73 :4 yang terjemahnya. “…Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.
Semoga bacaan qur’an dapat menjadi teman dan penerang (pembawa sinar) di alam kubur.
Jln Bonto Tangnga No. 35 Pao-pao, Ahad 19 Ramadan 1447 H / 8 Maret 2026 M.

Posting Komentar untuk "Bacaan Qur’an Teman di Alam Kubur "