Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Ya Allah, Buatkanlah Islam ini Dengan Umar bin Khattab”.


*DA’I DAN DO’A*


@ Dr. Adih Amin, Lc. MA. 

Dulu dia dikenal sangar, galak dan sadis yang tak mengenal istilah kasihan, juara yang tidak terkalahkan. Siapapun yang berhadapan dengannya akan ciut nyalinya, pucat wajahnya dan gemetar tubuhnya.  

Tubuh kekar dan perkasa yang menggambarkan tentang sosok yang sangat ditakuti. “Jagoan” julukan yang melekat padanya --orang sepakat bahwa dia belum ada tandingannya. Siap bertarung dengan siapapun yang bertentangan dengannya. 

Dialah Umar Bin Khattab, Hadir di masa Rasulullah saw mengawali aktivitas dakwahnya di tanah leluhur peninggalan Nabi Ibrahim dan keluarganya.

 Negeri yang dikenal dengan kesucian sebab ada tempat suci di dalamnya, Ka’bah Al-Musyarrafah (Yang dimuliakan). 

Rasulullah dengan kecerdasan spritualnya tentu tidak pernah gentar melihat sosok sang jagoan. Bahkan berharap kelak bisa menjadi pelopor dakwah dengan untaian doa yang diminta kepada Rabb-nya. 

“Ya Allah, kuatkanlah Islam ini dengan Umar bin Khattab”. 

Doa Rasulpun diijabah Allah, hingga muncul sang pemberani yang siap mati tuk membela dakwah Rasulullah saw. 

Selalu ada hal menarik dalam perjalanan dakwah, yang kadang luput dari analisa kaum rasionalis yang mengatakan seolah tidak mungkin terjadi, namun akhirnya nyata terjadi. 

Dalam dakwah sering kali diberi kejutan oleh sang Pemilik dakwah sekaligus sang pemilik alam semesta yang tidak pernah diam terhadap para juru dakwah. 

Dia selalu mem-back up setiap gerak dan langkah para dai, karena Dia tidak akan pernah menginginkan kerusakan dibumiNya karena ulah orang-orang yang akan merusak. 

Hadirnya dakwah justru untuk mengimbangi kemunkaran dan menghadirkan kebaikan tuk manusia dan alam

Hal penting yang harus ada dalam keyakinan seorang da’i adalah bahwa Sang Pemilik dakwah ini akan selalu membersamai di setiap ruang dan waktu. 

Untuk itu harus selalu hadir optimisme walau seberat apapun tantangannya, seperti tantangan para nabi terdahulu. 

Optimisme yang didasari dengan pemahaman yang benar tentang dakwah tentunya. Fiqhud-dakwah menjadi keniscayaan tuk dipelajari dan diamalkan.

Selanjutnya sambungkan segala ikhtiar ke langit tertinggi dengan doa. Memohon kekuatan agar  bertahan, memohon kesabaran agar tetap istiomah dan memohon hidayah agar bertambah jumlah pembela dakwah. 

للهم اهدنا وَاهْدِ بِنَا واجعلنا سببًا لِـمن اهْتَدَى 

"Ya Allah, anugrahkan kami hidayah, juga orang-orang yang bersama kami, dan jadikan kami sebab orang lain mendapat hidayah”

Dengan doa, para da’i tidak pernah merasa sendiri. Dengan doa, para da’i akan memiliki energi tanpa batas. Dengan doa para da’i tidak akan pernah menyerah, apalagi futur dan mengundurkan diri dari medan dakwah.

Teruslah berdo’a, dan teruslah berdakwah, karena kita tidak tau amal mana yang menolong kita kelak dihari pengadilan yang Maha Adil dan  setiap insan akan membawa amalnya masing-masing sesuai dengan apa yang dilakukan selama di dunia.(*)

Posting Komentar untuk "Ya Allah, Buatkanlah Islam ini Dengan Umar bin Khattab”. "