Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Jika Perang Lebih dari Tiga Bulan, Iran dan AS Akan Kehabisan Persenjataan


Guru Besar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Ali Munhanif buka suara perihal eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.

Ali menyatakan bahwa jika perang tersebut berlangsung lebih dari tiga bulan, maka mereka akan kehabisan persenjataan.

"Kalkulasi militer berbagai sumber mengatakan bahwa jika perang melebihi dari waktu 2 bulan-3 bulan ke depan, baik Iran maupun Amerika Serikat akan kehabisan logistik dan juga persenjataan dan fasilitas militer yang makin lama makin hancur khususnya di Tel Aviv (kota di Israel)," ujar Ali dalam tayangan di YouTube Kompas TV, Minggu (15/3/2026).

Pakar politik Timur Tengah itu menjelaskan bagaimana kota-kota di Israel dibombardir oleh Iran dengan drone. Belum lagi, Iran akan meluncurkan misil jika drone-nya mulai tak efektif menyerang kota-kota di Israel.

"Maka dugaan saya (perang) akan lebih panjang dari apa yang kita harapkan," ungkapnya. Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga mendapatkan tekanan dari dalam negeri karena ingin menambah anggaran perang melawan Iran.

Hal itu bisa menguras fondasi ekonomi AS sehingga berakibat pada sikap Kongres Amerika Serikat yang terus-menerus meminta pertanggungjawaban Donald Trump tentang update yang terjadi di Iran.

Menurut Ali, Trump memiliki karakter yang hanya fokus kepada dirinya sendiri. Ia mengabaikan aspek koordinasi di Washington dan tidak berhasil meyakinkan publik bahwa perang ini memiliki tahapan-tahapan.

Padahal, pada November 2026 mendatang AS akan melakukan pemilu sela untuk memilih anggota senat dan kongres.

Jika tak bisa mengantisipasi perang ini dengan baik, Trump terancam mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan senat dan kongres.

"Kalau Trump serius ingin menjaga suaranya dan (Partai) Republik mendapat dukungan di senat dan kongres pada November mendatang, maka setidaknya 2 sampai 3 bulan mendatang mereka harus mempersiapkan diri dalam pemilu sela."

"Begitulah saya percaya bahwa jika ini dimungkinkan, maka mau tidak mau Trump harus menyelesaikan perang dalam hitungan 2 bulan ke depan," ungkapnya.

Gelombang Serangan Iran

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan serangan gelombang ke-51 sebagai balasan atas Amerika-Israel. Serangan terbaru Iran berupa peluncuran rudal terhadap instalasi militer AS di sejumlah negara teluk.

IRGC mengumumkan gelombang serangan terbaru Iran dilakukan menggunakan kombinasi rudal berbahan bakar cair dan padat.

Serangan ditujukan terhadap pasukan AS di Pangkalan Udara Al Kharj di Arab Saudi. Menurut pernyataan IRGC, pangkalan Al Kharj berfungsi sebagai awal mula serangan AS terhadap Iran.

"Pangkalan tersebut menjadi tempat persiapan bagi jet tempur F-35 dan F-16 AS yang terlibat dalam serangan terhadap Iran," tulis keterangan IRGC dikutip dari Presstv pada Minggu.

Iran mengklaim pangkalan Al Kharj juga menampung pesawat pengangkut bahan bakar dan berfungsi sebagai pusat utama bagi pesawat pengintai AWACS Amerika.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengkonfirmasi bahwa gelombang ke-50 operasi Iran tersebut menghantam beberapa pangkalan militer AS di sejumlah negara.

Termasuk di antaranya adalah Pangkalan Udara Al Dhafra dan Fujairah di UEA, Jufair di Bahrain, Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania, serta sistem radar peringatan dini yang ditempatkan di seluruh wilayah yang berfungsi sebagai perisai pelindung bagi rezim Zionis.

Juru bicara tersebut pun mengatakan bahwa serangan tepat sasaran ini dilakukan drone serang presisi dan peledak yang dioperasikan Angkatan Udara IRGC.

"Drone-drone mematikan kami sedang mengejar, titik demi titik, tempat persembunyian tentara Angkatan Darat AS di wilayah tersebut," kata juru bicara itu.

"Setelah mengumpulkan informasi intelijen, mereka akan secara tepat menargetkan setiap tentara Amerika di wilayah tersebut," lanjutnya.*

Posting Komentar untuk "Jika Perang Lebih dari Tiga Bulan, Iran dan AS Akan Kehabisan Persenjataan"