Kepergian Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia sekaligus mantan Panglima ABRI, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar dan masyarakat Indonesia.
Jenderal TNI (Purn) tersebut wafat pada usia 90 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada Senin pagi, 2 Maret 2026. Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang tokoh militer yang telah mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara.
Namun semangat pengabdian yang diwariskan oleh Try Sutrisno tidak berhenti pada dirinya. Nilai-nilai disiplin, keberanian, dan loyalitas kepada negara terus mengalir dalam keluarga besarnya.
Salah satu penerusnya adalah sang cucu, Kinan Fabiayyi Imadditya, seorang perwira muda di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.Pewaris Tradisi Militer Keluarga
Kinan merupakan putra dari Kunto Arief Wibowo, seorang perwira tinggi TNI yang saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I).
Kunto sendiri adalah anak keenam dari Try Sutrisno. Dengan demikian, Kinan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sangat kental dengan tradisi militer dan pengabdian kepada negara.
Tak mengherankan jika Kinan memilih mengikuti jejak sang kakek dan ayahnya dengan menjadi prajurit TNI. Ia menyandang pangkat Letnan Dua (Letda), pangkat pertama dalam jenjang perwira di TNI Angkatan Darat.
Lulusan Akademi Militer dan Perwira Infanteri
Perjalanan karier militer Kinan dimulai ketika ia berhasil menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer pada tahun 2023. Setelah dilantik sebagai perwira muda, ia ditempatkan di satuan tempur infanteri yang dikenal memiliki tugas berat di garis depan operasi militer.
Saat ini, Letda Kinan menjabat sebagai Komandan Pleton (Danton) II/B di Yonif 502/UY yang berada di bawah Brigif Para Raider 18/Trisula, sebuah satuan elit di lingkungan Kostrad.
Dalam tugasnya, ia memimpin langsung prajurit dalam berbagai operasi pengamanan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, termasuk penugasan di Papua.
Sebagai perwira infanteri, Kinan memiliki spesialisasi di bidang intelijen tempur. Kemampuan ini menuntut ketangguhan fisik, kecerdasan taktis, serta kemampuan memimpin prajurit dalam situasi operasi yang kompleks.
Infanteri sendiri merupakan pasukan inti dalam pertempuran darat yang bertugas melakukan serangan, pertahanan, hingga pembersihan wilayah.
Sosok Perwira Muda yang Menjadi Sorotan
Identitas Kinan sebagai putra dari Letjen Kunto Arief Wibowo mulai dikenal publik ketika sang ayah bersama keluarga mengunjungi Markas Komando Brigif Para Raider 18/Trisula di Jabung, Malang, pada tahun 2024.
Kunjungan tersebut secara tidak langsung memperkenalkan sosok Kinan sebagai generasi penerus keluarga besar Try Sutrisno yang kini mengabdi di TNI.
Dengan usia yang masih muda, Letda Kinan Fabiayyi Imadditya menjadi simbol berlanjutnya tradisi pengabdian keluarga Try Sutrisno di dunia militer.
Ia membawa nama besar keluarga sekaligus tanggung jawab untuk menjaga kehormatan dan dedikasi yang telah diwariskan oleh para pendahulunya.
Di tengah duka atas kepergian sang kakek, kehadiran perwira muda seperti Kinan menjadi pengingat bahwa semangat pengabdian kepada bangsa tidak pernah padam melainkan terus hidup dari generasi ke generasi.(*)

Posting Komentar untuk "Letda Kinan Fabiayyi Imadditya: Cucu Jenderal yang Meneruska"