Eks Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menegaskan tidak ada kerugian negara Rp 2 triliun. Hal tersebut disampaikan Nadiem saat jeda persidangan pada Kamis (05/03/2026).
“Hari ini sudah jelas bahwa berdasarkan kesaksian itu angka kerugian negara Rp 2 triliun itu sebenarnya tidak ada,” tegas Nadiem.
Nadiem menjelaskan angka dua triliun itu dibagi Rp600 Miliar untuk CDM dan Rp1,5 Triliun untuk kemahalan harga laptop.
Untuk angka Rp 600 Miliar, Nadiem menyatakan tidak ada kerugian. “Jadi kita tidak harus bahas yang Rp 600 M,” kata Nadiem.
Terkait angka Rp 1,5 T, Nadiem menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan harga selisih antara harga yang seharusnya menurut BPKP dengan harga yang real. Menurut BPKP, harga yang seharusnya adalah Rp4,3 juta.
Nadiem mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi, harga tersebut sangat tidak wajar karena harga jual prinsipal ke distributor itu antaraRp 4,6 hingga Rp 5 juta.
“Mereka bilang tidak wajar selama sekali, tidak mungkin, rugi semua. Distributor rugi, reseller rugi. Tidak mungkin angka Rp 4,3 juta itu adalah angka pembelian yang wajar,” jelas Nadiem.
#nadiem #Chromebook #hukumindonesia

Posting Komentar untuk "Eks Mendikbudritek Nadiem Makarim Sebut Tidak Ada Itu Kerugian Rp 2 Triliun"