Aku Marco. Sudah tiga tahun aku menikah dengan Clara. Dia berasal dari keluarga politisi dan pengusaha yang sombong. Saat kami menikah, mereka mengira aku hanyalah karyawan biasa yang beruntung karena bisa menikahi seorang "putri".
Clara dan ibunya, Doรฑa Esmeralda, selalu merendahkan asal-usulku, terutama ayahku, Bapak Kanor. Bapak adalah seorang pria tua sederhana yang lebih suka memakai kaus berlubang, beternak ayam, dan bertani di desa.
Yang tidak mereka ketahui, kehidupan bertani Bapak Kanor hanyalah "hobi masa pensiun". Dialah pendiri rahasia sekaligus Supreme Chairman dari SkyVanguard Syndicate, konglomerat penerbangan, pertahanan, dan real estat terbesar di negara ini.
Sebagai anak tunggal, dialah yang mewariskan pengelolaan rahasia kekaisaran bernilai miliaran dolar itu kepadaku. Perusahaan keluarga Clara? Mereka bisa bertahan hidup hanya karena dana yang diam-diam aku pinjamkan kepada mereka.
Malam Penghinaan
Suatu malam, keluarga Clara mengadakan Gala Anniversary ke-50 yang megah di sebuah paviliun mewah terbuka. Semua VIP, politisi, dan taipan bisnis hadir di sana.
Tanpa pemberitahuan, Bapak Kanor datang dari desa. Ia mengenakan polo pudar favoritnya dan topi tua, sambil membawa tas anyaman (bayong) lama berisi mangga segar yang ia tanam sendiri untuk diberikan kepada Clara.
Sebelum dia sempat melangkah masuk sepenuhnya, Doรฑa Esmeralda dan Clara menghadangnya tepat di depan pintu masuk, di hadapan banyak tamu undangan.
"Hei! Apa yang dilakukan pengemis ini di sini?!" teriak Doรฑa Esmeralda dengan suara melengking yang menarik perhatian semua orang. "Satpam! Kenapa kalian membiarkan orang tua bau tanah ini masuk?!"
"Menantuku, Clara... aku hanya ingin membawakan kalian mangga—" kata Bapak Kanor sambil tersenyum.
PLAK!
Clara menepis tas anyaman Bapak dengan keras. Buah-buah mangga itu pun terguling dan berserakan di lantai.
"Kami tidak makan sampahmu!" teriak Clara jijik. "Marco! Lihat ayahmu yang pengemis ini! Dia mempermalukan kita di depan tamu-tamu kita! Usir dia sekarang, dia sangat kotor!"
PART 2 IN CMT

Posting Komentar untuk "Ayahku Pengemis Didepan Tamu, Saat Anak Datang Pakai Helikopter Mereka Bersimpuh Minta Ampun"