Kepemimpinan militer Iran secara resmi mendeklarasikan infrastruktur energi lepas pantai Israel, termasuk ladang gas Leviathan dan Tamar yang besar, sebagai target yang sah untuk unit rudal dan drone.
Ancaman langsung ini bertujuan untuk menyerang jantung kemerdekaan energi Israel dan perannya yang tumbuh sebagai pengekspor gas regional ke Eropa dan Jordania.
Pasukan Pertahanan Israel telah memindahkan beberapa korvet kelas 6 Sa'ar yang dilengkapi dengan C-Dome—versi angkatan laut dari Iron Dome—untuk berpatroli di perairan sekitar platform multi-miliar dolar ini.
Sebuah serangan yang sukses tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang dahsyat tetapi juga memicu pemadaman listrik yang meluas di seluruh daratan Israel.
Keamanan energi telah menjadi front sentral dalam konflik ini, karena ladang gas ini menyediakan bahan bakar untuk hampir 70% pembangkit listrik Israel.
Pengumuman Iran secara luas dipandang sebagai peringatan pembalasan setelah serangan Barat baru-baru ini terhadap kilang minyak Iran dan pusat distribusi.
Pasar energi internasional bereaksi dengan gugup terhadap prospek perang laut di Mediterania Timur, sebuah wilayah yang pernah dianggap sebagai tempat yang aman untuk ekstraksi sumber daya.
Mitra energi utama seperti Chevron, yang mengoperasikan beberapa situs ini, dilaporkan sedang meninjau protokol penutupan darurat dan rencana evakuasi staf.
Para analis memperingatkan bahwa menargetkan infrastruktur energi sipil merupakan peningkatan yang signifikan dalam "aturan keterlibatan" antara kedua negara.
Ketika tingkat ancaman mencapai puncaknya, fokus adalah pada apakah sistem pertahanan berlapis Israel dapat menahan serangan kejenuhan potensial dari kelompok-kelompok yang didukung Iran di wilayah tersebut.
#IranVsIsrael #TelAviv #Teheran #Geopolitic #Isrewel

Posting Komentar untuk "Pemimpin Militer Iran Resmi Targetkan Ladang Gas Leviathan dan Tamar Akan di Rudal dan Drone"