Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan bahwa salah satu cabang bank tertua di negaranya menjadi sasaran serangan bom ketika gedung tersebut sedang dipenuhi karyawan yang tengah bekerja, (12/3).
Menurut pernyataannya, para karyawan saat itu sedang menjalankan tugas untuk memastikan sistem keuangan tetap berjalan sehingga masyarakat Iran dapat terus memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Araqchi menegaskan bahwa pemerintah dan angkatan bersenjata Iran tidak akan mengabaikan insiden ini dan menyatakan bahwa negaranya akan memberikan respons terhadap serangan yang menargetkan fasilitas penting negara.SERANGAN DIDUGA TERJADI DI TEHERAN
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ledakan tersebut terjadi pada malam 10 Maret 2026 di Teheran. Beberapa laporan menyebut adanya korban akibat serangan tersebut, meskipun rincian resmi masih terus dikonfirmasi.
Sebelumnya, Araqchi juga menyampaikan kritik keras terhadap berbagai serangan yang menurutnya menargetkan infrastruktur energi Iran dan memicu ketegangan geopolitik serta dampak terhadap harga minyak global.
PERINGATAN TERHADAP INFRASTRUKTUR STRATEGIS
Dalam perkembangan terbaru, militer Iran menyatakan akan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai infrastruktur strategis yang dianggap berpotensi menjadi sasaran konflik.
Sejumlah peringatan juga dikeluarkan kepada warga sipil agar menjauhi area-area sensitif yang berkaitan dengan fasilitas keuangan dan energi untuk menghindari risiko di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Posting Komentar untuk "Menlu Iran Abbas Araqchi, Bank Tertua di Iran di Bom Saat Karyawan Sibuk Bekerja"