Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyoroti Perjanjian Nuklir Iran 2015 (JCPOA) di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Trump mengklaim bahwa jika ia tidak menarik AS keluar dari JCPOA pada 2018, Iran “akan memiliki senjata nuklir tiga tahun lalu.” Ia juga menyalahkan pemerintahan Barack Obama dan Joe Biden atas kebijakan tersebut.
Reuters dan The Guardian mencatat bahwa komentar Trump muncul di tengah eskalasi militer terbaru serta meningkatnya retorika terkait ancaman nuklir Iran.
Sebagai konteks, JCPOA yang ditandatangani pada 2015 membatasi tingkat pengayaan uranium Iran, jumlah sentrifus yang digunakan, serta mewajibkan inspeksi ketat oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Menurut laporan IAEA sebelum AS keluar dari kesepakatan pada 2018, Iran dinilai masih mematuhi batasan utama perjanjian tersebut. Setelah penarikan AS, Iran secara bertahap mengurangi kepatuhan dan meningkatkan aktivitas pengayaannya.
Para analis kebijakan luar negeri juga menekankan perbedaan antara kemampuan memperkaya uranium dan benar-benar memproduksi serta menguji senjata nuklir.
Perdebatan soal JCPOA sendiri masih menjadi isu politik utama di Washington dan kawasan Timur Tengah, terutama di tengah situasi keamanan yang semakin tegang.
Sumber: Reuters, The Guardian, Associated Press, laporan IAEA terkait kepatuhan JCPOA.

Posting Komentar untuk "Presiden Donald Trump Menyoroti Perjanjian Nuklir Iran 2015 "