Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Presiden Donald Trump Menyoroti Perjanjian Nuklir Iran 2015


Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyoroti Perjanjian Nuklir Iran 2015 (JCPOA) di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. 

Dalam pernyataan terbarunya yang dipublikasikan di platform media sosial miliknya pada awal Maret 2026.

Trump mengklaim bahwa jika ia tidak menarik AS keluar dari JCPOA pada 2018, Iran “akan memiliki senjata nuklir tiga tahun lalu.” Ia juga menyalahkan pemerintahan Barack Obama dan Joe Biden atas kebijakan tersebut.

Sejumlah media internasional melaporkan pernyataan ini sebagai bagian dari liputan konflik yang sedang berlangsung antara AS dan Iran. 

Reuters dan The Guardian mencatat bahwa komentar Trump muncul di tengah eskalasi militer terbaru serta meningkatnya retorika terkait ancaman nuklir Iran.

Sebagai konteks, JCPOA yang ditandatangani pada 2015 membatasi tingkat pengayaan uranium Iran, jumlah sentrifus yang digunakan, serta mewajibkan inspeksi ketat oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). 

Menurut laporan IAEA sebelum AS keluar dari kesepakatan pada 2018, Iran dinilai masih mematuhi batasan utama perjanjian tersebut. Setelah penarikan AS, Iran secara bertahap mengurangi kepatuhan dan meningkatkan aktivitas pengayaannya.

Namun, hingga kini tidak ada laporan resmi dari badan intelijen internasional yang menyatakan bahwa Iran telah memiliki senjata nuklir. 

Para analis kebijakan luar negeri juga menekankan perbedaan antara kemampuan memperkaya uranium dan benar-benar memproduksi serta menguji senjata nuklir.

Perdebatan soal JCPOA sendiri masih menjadi isu politik utama di Washington dan kawasan Timur Tengah, terutama di tengah situasi keamanan yang semakin tegang.

Sumber: Reuters, The Guardian, Associated Press, laporan IAEA terkait kepatuhan JCPOA.

Posting Komentar untuk "Presiden Donald Trump Menyoroti Perjanjian Nuklir Iran 2015 "