Di sebuah desa sederhana di Timor Tengah Utara (NTT), hiduplah seorang ibu bernama Margaretha Manhitu (70). Rambutnya telah memutih, langkahnya tak lagi sekuat dulu. Namun satu hal yang tetap kuat dalam dirinya: har diri dan prinsip hidup.
Tak banyak yang tahu, salah satu putranya, Raymundus Sau Fernandes, pernah menjabat sebagai Bupati dua periode. Kekuasaan , jabatan, dan kemewahan sebenarnya begitu dekat dengan kehidupan Margaretha.
Namun ia memilih jalan yang berbeda. Alih-alih tinggal nyaman di rumah besar bersama anaknya yang sukses, Margaretha justru tetap bertahan di desa kecilnya bersama sang suami.Setiap pagi mereka pergi ke kebun, merawat ternak, memanen hasil bumi, lalu membawanya ke pasar untuk dijual.
Di usia senja, saat banyak orang berharap hidup ditanggun9 anak, Margaretha justru berkata dengan tegas:“Selama tangan ini masih bisa bekerja, saya tidak ingin bergantvn9 pada anak.”
Ia bahkan sering menegur an4k2nya jika mencoba memberinya uang. Baginya, orang tua bukan beban bagi an4k, tetapi teladan tentang kerja keras dan kemandirian.
Meski semua an4knya telah sukses, pasangan lansia ini tetap hidup dari keringat sendiri. Bahkan dari hasil kebun yang sederhana, mereka masih membagi hasilnya kepada anak2nya… dan kadang masih memberi mereka uang saku.
Kisah Margaretha seakan menampar kita dengan lembut.Bahwa kekayaan sejati bukan tentang rumah mewah, jabatan tinggi, atau harta melimpuh.
Tetapi tentang kejujuran, kerja keras, dan menjaga harga diri hingga akhir hayat.Seorang ibu sederhana dari desa…Namun memiliki hati yang jauh lebih kay4 dari siap4 pun. ๐พ๐ค

Posting Komentar untuk "Raymundus Sau Putranya Pernah Menjabat Sebagai Bupati Dua Periode"