Kelong Pendidikan Religius (27)
Oleh: Bahaking Rama
Musibah sering diartikan sebagai suatu peristiwa atau kejadian yang menimpa seseorang atau sekelompok orang berupa kesusahan, misalnya bencana alam, kematian, penyakit, dan semacamnya.
Pada pengertian lebih luas, musibah bukan hanya dalam bentuk kesusahan, tetapi juga kebaikan, misalnya jabatan, harta, dan semacamnya.
Datangnya musibah, bisa karena murka Allah atas kesalahan manusia (baca QS. Ar-Rum, 30:41), bisa sebagai peringatan, sebagai ujian, dan sebagai penghapus dosa.
Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kesabaran dan lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Hal ini sesuai kelong berikut.
แจᨘแจ แจแจแจ แจᨗ แจᨘแจ /
แจᨗแจแจ แจแจᨗ แจแจᨙแจ /
แจแจᨗ แจแจᨙแจ /
แจᨗแจᨙแจᨚแจ แจ แจแจแจ
-Punna natabaki susa (kalau ditimpa kesusahan atau musibah)
-Kisa’barrangi kalenta (hendaklah berlaku sabar)
-Naki sareang (lalu kita serahkan sepenuhnya )
-Riero’na batarayya (pada kehendak Allah)
Nilai pendidikan dalam kelong di atas antara lain; 1) menahan diri untuk tidak berbuat kerusakan, 2) berlaku sabar dalam menghadapi musibah, 3) lebih mendekatkan diri kepada Allah dan berserah diri pada-Nya.
Setiap musibah yang alami, sikapilah dengan sabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah, 2 : 156 yang terjemahnya, “orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘innaa lillahi wa inna ilaihi raaji’uun.’ Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali.
Bonto Tangnga Pao-pao, Senin 27 Ramadan 1447 H / 16 Maret 2026 M.

Posting Komentar untuk "Sabar Menghadapi Musibah Bukan Hanya Kesusahan"