Kelong Pendidikan Religius (26)
Oleh: Bahaking Rama
Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah “butuh hidup berkelompok” (hidup bermasyarakat) untuk saling bantu-membantu dalam kebaikan. Hal ini sesuai firman Allah dalam QS. Al-Maidah, 5 : 2 yang terjemahnya.
" Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…”
Perintah Allah dalam ayat di atas dapat diajarkan melaui kelong berikut.
แจᨗแจแจแจ แจแจᨘ แจ แจᨗ /
แจᨘแจ แจแจ ᨚ แจแจᨗแจแจ /
แจแจแจᨘ แจแจᨘ /
แจᨗแจแจแจ แจᨘแจ แจแจᨘ
-Nikanayya tau baji (dikatakan orang baik)
-Punna labo assidakka (kalau rajin menolong dan bersedekah)
-Na’matu-matu (lalu dia memberi manfaat)
-Riparanna rupa tau (kepada sesama manusia)
Nilai pendidikan dalam kelong di atas antara lain;
1) memperkuat pemahaman tentang kriteria orang baik,
2) perlunya seseorang rajin bersedekah dan memberi manfaat kepada orang lain,
3) Perbanyak silaturrahmi dalam hidup bermasyarakat.
Gemar bersedekah adalah ciri orang bertakwa dan orang bertakwa selalu berbuat baik serta memberi manfaat kepada orang lain. Itulah orang yang masuk kategori “sebaik-baik manusia.
” Sebagaimana sabda Rasulullah Saw dalam HR. Ahmad yang artinya “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.
Semoga setiap kita dapat memberi manfaat kepada diri sendiri dan kepada orang lain.
Bonto Tangnga Pao-pao, Ahad, 26 Ramadan 1447 H / 15 Maret 2026 M.

Posting Komentar untuk "Sebaik-baik Manusia Yang Bermanfaat Pada Orang Lain"