Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menuding Israel tidak dapat bertahan tanpa musuh dan kini berupaya menjadikan Turki sebagai target baru dalam dinamika geopolitik kawasan.
Pernyataan itu disampaikan Fidan pada Senin (13/4/2026) dalam wawancara televisi dengan kantor berita Anadolu. “Setelah Iran, Israel tidak bisa hidup tanpa musuh,” ujar Fidan.
Ia menilai perubahan sikap tersebut tidak hanya terjadi di pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, tetapi juga melibatkan sebagian tokoh oposisi Israel.
Kami melihat bukan hanya pemerintahan Netanyahu, tetapi juga beberapa tokoh oposisi berupaya menyatakan Turki sebagai musuh baru,” katanya.
Hubungan Turki dan Israel terus memburuk sejak perang Gaza meletus setelah serangan Hamas ke wilayah Israel pada 7 Oktober 2023.Situasi memanas kembali pada akhir pekan lalu, ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal potensi provokasi yang dapat menggagalkan gencatan senjata awal dalam konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan beberapa aktor utama di Timur Tengah.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan komitmennya untuk terus menghadapi Iran dan sekutu-sekutunya di kawasan
Fidan menilai sikap tersebut mencerminkan perubahan strategi Israel yang mulai mengarah pada perluasan daftar musuh di kawasan.
“Ini adalah perkembangan baru di Israel dan mulai berubah menjadi strategi negara,” ujarnya.
Pernyataan Turki ini mempertegas meningkatnya rivalitas di Timur Tengah, yang tidak hanya melibatkan Israel dan Iran, tetapi juga berpotensi meluas ke negara lain seperti Turki.
Kondisi ini berisiko memperumit upaya diplomasi dan memperbesar potensi konflik regional yang lebih luas.

Posting Komentar untuk "Cari Musuh Baru Setelah Iran, Israel Kini Targetkan Turki"