Ketika pikiran dan hati sudah dikuasai nafsu berkuasa, maka hitungan moral dikesampingkan. Boleh jadi sikap demikian yang sedang terjadi.
Guru negeri dan swasta yang seharusnya disejahterakan karena ikhtiarnya mengajar generasi bangsa Indonesia, tetapi nyatanya malah program ambisi yang jadi perioritas disejahterakan.
Dengan alasan menciptakan lapangan kerja, meski mereka tahu yang disupport malah para koruptor.
Semoga para guru di Indonesia dengan sabarnya tidak lagi memilih yang tidak peduli kesejahteraan guru.

Posting Komentar untuk "Ketika Pikiran dan Nafsu Berkuasa, Maka Hitungan Moral Dikesamp"