Kabar tentang seorang nenek yang menganiaya cucunya hingga meninggal itu menyayat hati.
Tidak ada pembenaran untuk kekerasan terhadap anak-anak. Titik.
Nyawa seorang anak tidak boleh dibayar dengan alasan apa pun. Namun di balik tragedi ini, ada cermin yang perlu kita tatap bersama.
Dari video yang beredar, satu hal yang tak bisa diabaikan: cara sang nenek berjalan saja sudah tampak tertatih. Membawa dirinya sendiri pun sudah sangat letih, apalagi harus memikul tanggung jawab mengasuh tiga cucu sekaligus.
Sebab dari berita yang beredar, sang nenek kesal 3 cucunya susah diatur untuk makan dan tidur siang, sehingga melampiaskan kekesalan pada cucunya yang paling kecil.
Di titik ini pertanyaannya bukan lagi soal mau atau tidak. Tapi: mampu atau tidak?
Kita sering menganggap orang tua sebagai "pengasuh gratis" yang selalu siap sedia. Padahal, usia lanjut bukan lagi masa untuk mengurus anak kecil dengan energi penuh.
Mengasuh satu balita saja butuh kesabaran, tenaga, dan kestabilan emosi, apalagi tiga anak sekaligus.
Lelah yang menumpuk, suara tangisan, anak yang sulit diatur, semua itu bisa menjadi tekanan besar.
Bukan berarti kekerasan bisa dimaklumi, tapi ini mengingatkan kita bahwa beban yang tidak sesuai kapasitas bisa berujung bahaya. Ini bukan soal kurang sayang. Ini soal batas kemampuan manusia.
Di sisi lain, ada juga informasi yang beredar bahwa kekerasan terhadap anak di lingkungan keluarga tersebut diduga sudah sering terjadi sebelumnya, melibatkan orang tua dan ayah tirinya.
Jika benar, maka ini bukan lagi sekadar persoalan kelelahan, melainkan lingkaran kekerasan yang harus segera dihentikan.
Sebagai orang tua, jika memang membutuhkan bantuan, sebaiknya menyediakan pengasuh yang cukup dan kompeten, membagi tugas dengan jelas, dan menjadikan neneknya sebagai pendamping atau pengawas saja, bukan pengasuh penuh anak-anak.
Mengasuh anak bukan hanya soal niat baik, tapi juga soal kesiapan fisik dan mental. Jangan sampai kita baru sadar ketika semuanya sudah terlambat.
Anak-anak berhak tumbuh dalam rasa aman. Dan orang tua, seharusnya menjadi pelindung pertama, bukan pelimpah beban.(*)

Posting Komentar untuk "Nyawa Seorang Anak Tidak Boleh Dibayar Dengan Alasan Apapun"