Pasalnya sejumlah meja-meja jualan, setiap usai menjual, meja mereka disimpan di Lorong jalan keluar masuk warga, Minggu (5/4-2026).
Padahal jalan tersebut warga yang tinggal di dalam lorong tidak sedikit yang memiliki kendaraan roda empat atau mobil.
Gambar ini menunjukan tumpukan meja pedagang yang disimpan dibadan jalan usai Pasar bubar,hingga mengurangi luas badan Jalan, terlihat lorong yang sudah sempit, ditambah lagi tumpukan meja-meja yang menggunakan badan jalan.
Dengan adanya sejumlah meja-meja jualan pedagang yang disusun menggunakan badan jalan usai menjual, yang dampaknya menjadikan lorong semakin sempit.
Tampaknya lorong tersebut tidak pantas dijadikan tempat penitipan meja-meja jualan usai menjual, karena dapat mempersempit lorong.
Untuk itu, Pak Lurah setempat sebaiknya dibenahi meja-meja pedagang tersebut, jangan diabaikan, karena sangat mengganggu pengguna jalan, dimana mejanya ditumpuk menggunakan badan jalan. (*)
AMI

Posting Komentar untuk "Pedagang Pasar Jalan Nuri Baru Disorot Warga, Karena Meja-meja Jualan Disimpan Di Lorong"