Gedung Putih di Washington DC mengalami lockdown setelah terdengar sekitar 20 hingga 30 kali tembakan di area luar kompleks pada Sabtu malam waktu setempat.
Saat insiden itu terjadi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan sedang berada di dalam Gedung Putih.
Petugas Secret Service langsung mengambil langkah pengamanan cepat, sementara aparat kepolisian menutup akses menuju kawasan tersebut.
Situasi semakin tegang ketika polisi, pasukan keamanan, dan Garda Nasional bergerak mengamankan area sekitar Gedung Putih.
Sejumlah jurnalis yang berada di halaman utara kompleks kepresidenan juga diminta segera berlindung ke ruang konferensi pers.
Seorang saksi asal Kanada mengatakan suara tembakan awalnya terdengar seperti kembang api, sebelum orang-orang di sekitar lokasi mulai berlarian menyelamatkan diri.
FBI kemudian turun ke lokasi untuk membantu Secret Service menangani insiden tersebut dan mengumpulkan informasi lebih lanjut.
Pihak Secret Service menyatakan masih menyelidiki detail kejadian, termasuk sumber tembakan dan dampaknya terhadap keamanan presiden.
Insiden ini kembali menyoroti ketatnya pengamanan Gedung Putih, terlebih Trump sebelumnya juga pernah beberapa kali menjadi target dugaan percobaan pembunuhan.
Sumber: Sindonews

Posting Komentar untuk "Gedung Putih Lockdown Karena Puluhan Tembakan, Sementara Trump Ada di Dalam"