TEL AVIV, – Di tengah krisis kekurangan personel yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya, militer Israel berencana merekrut sebanyak 15.000 tenaga militer dari luar negeri sebagai langkah darurat.
Keputusan ini diambil untuk menutup celah kemampuan operasional yang makin menganga seiring berlanjutnya pertempuran di berbagai front, demikian diungkapkan surat kabar Maariv, 17 Mei 2026.
Model perekrutan yang dipersiapkan meniru apa yang pernah diterapkan Ukraina, yakni menawarkan insentif finansial berupa gaji sangat tinggi demi menarik minat warga negara lain untuk bergabung bertempur.
Calon prajurit diperkirakan akan didatangkan dari kawasan Eropa Timur, Amerika Latin, hingga Amerika Serikat.
Untuk mewujudkan rencana besar ini, Israel dikabarkan telah menyiapkan cadangan dana valas senilai sekitar 236 miliar Dolar AS.
Secara rinci, biaya tahunan pemeliharaan 15.000 pasukan asing ini diperkirakan mencapai 2.500 hingga 3.000 juta Dolar AS, dengan besaran gaji yang ditawarkan mencapai 10.000 Dolar AS per orang setiap bulannya.
Bila dirupiahkan mencapai Rp 255 juta/ bulan sesuai kurs 1 dollar Rp 17 000. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa sistem militer konvensional Israel yang selama ini mengandalkan wajib militer dan pasukan cadangan, dinilai sudah tidak lagi sanggup menanggung beban konflik berkepanjangan.
Ketergantungan pada tenaga asing yang dibayar mahal ini menjadi jalan satu‑satunya yang ditempuh agar operasi militer dapat terus berjalan.
Sumber: Maariv, Irna_Espanol
#krisismiliter #telaviv #wajibmiliter

Posting Komentar untuk "Israel Rencanakan Rekrut 15000 Tentara Dengan Gaji Sekitar Rp255 juta/bulan"