Jumlah penumpang dari Negeri Jiran mencapai 750 hingga 1.000 orang per hari.
Ia menyebut sejak 2023 hingga sekarang total wisatawan mancanegara yang telah menggunakan Whoosh mencapai sekitar 800 ribu orang. Dari jumlah tersebut, turis Malaysia menjadi yang paling dominan.Selain Malaysia, wisatawan yang cukup banyak menggunakan Whoosh berasal dari Singapura, Australia, Korea Selatan, hingga Tiongkok."Kalau enggak salah Tiongkok itu ketiga, kedua Singapura, yang paling tinggi itu Malaysia bisa mencapai 750 sampai dengan 1.000 orang per harinya," ujar Eva.KCIC juga menjalin kerja sama dengan berbagai agen perjalanan wisata dari luar negeri untuk mendorong peningkatan jumlah penumpang asing.Menurut Eva, kolaborasi dilakukan dengan agen perjalanan dari Malaysia, Singapura, hingga Australia. Kerja sama itu termasuk menghadirkan program rombongan dan promo khusus bagi wisatawan.KCIC juga menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan okupansi, termasuk diskon hingga 50 persen dalam ajang travel fair yang digelar bersama agen perjalanan dan mitra perbankan."Kerja sama dengan berbagai agen atau agen tiket itu akan terus kita lakukan termasuk juga bank-bank yang saat ini sudah bekerjasama dengan KCIC untuk memberikan promo-promo, sehingga menarik untuk masyarakat," ujar Eva.Eva menambahkan KCIC juga menghadirkan kartu langganan bagi penumpang rutin Jakarta-Bandung. Ia menyebut ada pengguna Whoosh yang melakukan perjalanan hingga 530 kali dalam setahun."Kita melihat saat ini sudah sangat banyak penumpang yang memang secara rutin menggunakan (Whoosh untuk perjalanan) pulang pergi Jakarta Bandung," ujarnya."Bahkan, data menunjukkan ada penumpang yang melakukan perjalanan sampai dengan 530 kali dalam waktu 1 tahun," imbuhnya.Saat ini KCIC menawarkan program Frequent Whoosher dengan 10 perjalanan yang berlaku hingga dua bulan.(*)
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan tren kunjungan wisatawan mancanegara di Whoosh terus meningkat.
Pada 2025, jumlah turis asing naik dibandingkan 2024 dan kini mencakup sekitar 189 negara."Tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 itu meningkat sehingga 60 persen," katanya di Stasiun Whoosh Halim, Jakarta Timur, Selasa (28/4).
Ia menyebut sejak 2023 hingga sekarang total wisatawan mancanegara yang telah menggunakan Whoosh mencapai sekitar 800 ribu orang. Dari jumlah tersebut, turis Malaysia menjadi yang paling dominan.Selain Malaysia, wisatawan yang cukup banyak menggunakan Whoosh berasal dari Singapura, Australia, Korea Selatan, hingga Tiongkok."Kalau enggak salah Tiongkok itu ketiga, kedua Singapura, yang paling tinggi itu Malaysia bisa mencapai 750 sampai dengan 1.000 orang per harinya," ujar Eva.KCIC juga menjalin kerja sama dengan berbagai agen perjalanan wisata dari luar negeri untuk mendorong peningkatan jumlah penumpang asing.Menurut Eva, kolaborasi dilakukan dengan agen perjalanan dari Malaysia, Singapura, hingga Australia. Kerja sama itu termasuk menghadirkan program rombongan dan promo khusus bagi wisatawan.KCIC juga menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan okupansi, termasuk diskon hingga 50 persen dalam ajang travel fair yang digelar bersama agen perjalanan dan mitra perbankan."Kerja sama dengan berbagai agen atau agen tiket itu akan terus kita lakukan termasuk juga bank-bank yang saat ini sudah bekerjasama dengan KCIC untuk memberikan promo-promo, sehingga menarik untuk masyarakat," ujar Eva.Eva menambahkan KCIC juga menghadirkan kartu langganan bagi penumpang rutin Jakarta-Bandung. Ia menyebut ada pengguna Whoosh yang melakukan perjalanan hingga 530 kali dalam setahun."Kita melihat saat ini sudah sangat banyak penumpang yang memang secara rutin menggunakan (Whoosh untuk perjalanan) pulang pergi Jakarta Bandung," ujarnya."Bahkan, data menunjukkan ada penumpang yang melakukan perjalanan sampai dengan 530 kali dalam waktu 1 tahun," imbuhnya.Saat ini KCIC menawarkan program Frequent Whoosher dengan 10 perjalanan yang berlaku hingga dua bulan.(*)

Posting Komentar untuk "Jumlah Penumpang Whoosh Asal Malaysia Capai 1.000 Orang per Hari"