Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Proposal Perdamaian AS Dianggap Iran Tak Masuk Akal


 Proposal Perdamaian AS Dianggap Iran Tak Masuk Akal, Teheran Sentil Media Barat Sebagai Propaganda

Iran secara tegas menyebut proposal perdamaian yang dikirim Amerika Serikat (AS) tidak masuk akal.

Meski begitu, Iran tetap akan menggodok proposal tersebut.

Teheran juga mengecilkan laporan media-media Barat yang mengklaim adanya kesepakatan damai singkat dalam "satu halaman" untuk mengakhiri konflik kedua negara.

Narasi yang dituliskan oleh media-media Barat, kata Iran, hanyalah propaganda untuk menutupi kelemahan militer Washington.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan terburu-buru.

"Kami akan menyampaikan keputusan akhir kepada Pakistan sebagai mediator setelah penilaian kami selesai," ujar Baghaei dalam keterangannya yang dikutip WANA News Agency.

Meski Presiden AS Donald Trump terus menggembar-gemborkan keberhasilan diplomasinya, sumber internal di Teheran membocorkan bahwa draf yang diajukan AS masih jauh dari kata sepakat.

Menurut sumber tersebut, ada banyak pasal atau klausul dalam draf AS yang dianggap tidak masuk akal untuk diterima oleh Iran.

Bahkan, laporan media AS yang menyebutkan kesepakatan akan segera ditandatangani dianggap sebagai upaya distraksi.

Hal ini diduga sengaja dilakukan untuk memberikan alasan bagi Washington melakukan deeskalasi atau pengurangan kekuatan militer di kawasan Teluk tanpa terlihat seperti "mundur karena takut".

"Tidak jelas sudah berapa kali Amerika harus membenturkan kepala ke batu (mengalami kegagalan) sebelum mereka sadar akan kenyataan di lapangan," ungkap seorang sumber yang memahami jalannya negosiasi tersebut.

Bagi Iran, proposal satu halaman tersebut tak lebih dari sekadar alat perang psikologis.

Trump Sangat Optimis

Di sisi lain, Trump menyatakan optimisme tinggi terkait peluang kesepakatan damai dengan Iran.

Trump menyebut bahwa pembicaraan selama 24 jam terakhir berjalan "sangat baik" dan memprediksi konflik bersenjata ini akan "berakhir dengan cepat".

"Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat bagus. Sangat mungkin kami akan mencapai kesepakatan," ujar Trump, mengutip Al Jazeera. Namun tetap saja, Trump menyempilkan ancaman keras terhadap Iran.

Ia menegaskan bahwa jika negosiasi ini gagal, AS tidak akan ragu untuk melanjutkan serangan militer.Saya pikir ada peluang sangat bagus untuk berakhir."

"Namun jika tidak, kita harus kembali menggempur mereka habis-habisan," tegas Trump dalam wawancara dengan PBS.

Laporan dari berbagai sumber diplomatik menyebutkan bahwa kedua negara tengah mendekati kesepakatan formal dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) 14 poin.

Yang utama adalah Iran diminta setuju untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dan menghentikan pengayaan uranium setidaknya selama 12 tahun.

Kemudian sebagai gantinya, AS akan mencabut sanksi ekonomi dan mencairkan aset Iran senilai miliaran dolar yang selama ini dibekukan.

Lalu kedua belah pihak juga diminta sepakat untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial dalam waktu 30 hari setelah penandatanganan. (Tribunnews.com/Whiesa Daniswara)


Posting Komentar untuk "Proposal Perdamaian AS Dianggap Iran Tak Masuk Akal"