Selama bertahun-tahun, Washington mempromosikan jet bernilai miliaran dolar itu sebagai “hantu langit” yang nyaris mustahil dilacak radar pertahanan lawan.
Namun, kabar mengenai pendaratan darurat pesawat tersebut langsung memicu guncangan besar di kalangan militer Barat dan mempertanyakan citra tak terkalahkan yang selama ini melekat pada F-35.
Para analis intelijen kini menyoroti bagaimana Iran, negara yang lama berada di bawah sanksi internasional, diduga mampu menemukan celah untuk menghadapi teknologi militer paling rahasia milik Amerika Serikat.
Misteri terbesar dalam insiden ini bukan hanya soal kemampuan sistem pertahanan Iran, tetapi juga dugaan adanya kelemahan pada teknologi siluman F-35 yang berhasil dimanfaatkan.
Sejumlah laporan menyebut Iran kemungkinan tidak mengandalkan radar konvensional yang memang dirancang sulit mendeteksi pesawat siluman.
Sebaliknya, mereka diduga memanfaatkan sistem pelacakan pasif inframerah (EO/IR) yang mampu membaca jejak panas mesin pesawat.
Metode ini dinilai lebih berbahaya karena dapat mengunci target tanpa memancarkan sinyal radar aktif, sehingga pilot memiliki waktu reaksi yang jauh lebih sempit.
Dampak geopolitik dari insiden tersebut kini menjadi perhatian serius berbagai negara.
Kekhawatiran terbesar Pentagon adalah kemungkinan data mengenai profil termal F-35 jatuh ke tangan pihak lain, termasuk sekutu strategis Iran seperti Rusia dan Tiongkok.
Jika informasi sensitif itu benar-benar berhasil dipelajari, maka kemampuan siluman armada udara Barat bisa menghadapi tantangan besar di masa depan.
Situasi ini memunculkan pertanyaan baru mengenai efektivitas dominasi udara Amerika Serikat dan apakah Washington perlu merombak strategi perang elektroniknya untuk menghadapi era pertahanan modern yang semakin berkembang.
~adm~
@penggemar berat

Posting Komentar untuk "Rahasia Langit Teheran, Ketika Jet Trilyunan Rupiah AS Tak Ada Lagi " Siluman " di Mata Iran"