Tidak ada kata yang mampu mewakili rasa terima kasih ini. Di balik setiap ayat yang dihafal, ada air mata, pelukan, dan doa malam yang tak pernah putus dari Ayah dan Ibu.
Momen penuh haru menyelimuti ruangan saat para santriwati bersimpuh memohon ridho. Mulai dari tetesan air mata tulus, pelukan hangat penuh rasa syukur seorang anak.
Fekapan erat penuh hangat hingga momen sungkeman khidmat yang menggetarkan hati menjadi bukti nyata bahwa perjuangan ini adalah milik bersama.
Mahkota di surga kelak untukmu, Ayah, Ibu... Terima kasih telah menuntun langkahku hingga titik ini. (*)


Posting Komentar untuk "Dibalik Setiap Ayat Yang Dihafal, Ada Air Mata, Doa Tak Pernah Putus Dari Ayah dan Ibu"