Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan "tidak ada yang lebih genting dari perut lapar" merupakan respons langsung terhadap gelombang kritik atas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk sentilan vokal dari Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra.
Ketegangan argumen ini menjadi sorotan publik sepanjang Juni 2026 karena mempertemukan pembelaan keras eksekutif dengan tuntutan prioritas dari gerakan mahasiswa.
Berikut adalah poin-poin penting di balik adu argumen dan sentilan tersebut:
1. Pembelaan Prabowo: "Perut Lapar Harus Segera Diisi"Pernyataan di Gorontalo: Dalam acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII pada Juni 2026, Prabowo dengan nada emosional menyindir pihak-pihak yang terus menolak program MBG.
Beliau menyatakan, "Saya kira nggak ada yang lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau nggak segera diisi, ya dia mati!"Ancaman Kelaparan Global:
Prabowo memperkuat argumennya dengan mengutip data lembaga internasional seperti PBB dan FAO mengenai lonjakan masif angka kelaparan dunia yang diprediksi bisa menembus hingga 700 juta orang.
Komitmen Anggaran: Pemerintah tetap berkukuh mengamankan anggaran MBG demi mengatasi masalah mendasar seperti tengkes (stunting), gizi buruk, dan performa belajar anak-anak di daerah terpencil.
2. Sentilan Fathimah Azzahra (BEM UI)Akses Pendidikan Lebih Mendesak: Melalui diskusi publik dan penampilannya di program televisi seperti Catatan Demokrasi, Fathimah (mahasiswi Fakultas Kedokteran UI angkatan 2023) mengkritik bahwa esensi masalah anak sekolah di daerah bukan sekadar makan gratis.
Isu yang jauh lebih mendesak adalah sulitnya akses fisik menuju sekolah (seperti bertaruh nyawa menyeberangi sungai) serta fasilitas pendidikan yang rusak.
Kritik Cara Merespons Masukan: Fathimah menyentil sikap Prabowo di atas podium yang dinilai kerap menjauhkan diri dari rakyat dengan menjadikan kritik bahan bercandaan, tidak respect, hingga melabeli pengkritik sebagai "antek-antek asing".
Tuntutan Solusi Sistemik: Menurut BEM UI, masyarakat tidak butuh klaim besarnya angka triliunan anggaran yang habis di ruang rapat. Rakyat butuh kepastian bahwa anak-anak mereka bisa bersekolah dengan layak dan aman.
Ia juga meminta Presiden menyingkirkan para lingkaran terdekat (yes-man) yang menjauhkannya dari realitas kondisi riil di lapangan.(*)

Posting Komentar untuk "Prabowo Membalas Kritikan Queen Fatimah Secara Terbuka"