Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Ingin Mengikat Cinta Suami, Tapi Justru Terjerat Dalam Luka Yang Tak Berujung..."


Begitulah nasib yang menimpa Seftiyana, wanita berusia 44 tahun yang memiliki segalanya: kedudukan sebagai istri seorang pejabat, harta yang cukup, dan keluarga yang seharusnya bahagia. 

Namun rasa takut kehilangan membuatnya mengambil jalan yang salah. Ia pergi mendatangi seorang dukun bernama Wantaji, usia 50 tahun.

 Dengan satu harapan sederhana: minta guna-guna agar suaminya tetap setia, sayang, dan tidak tergoda untuk menikah lagi atau berselingkuh.

Namun siapa sangka, doa dan harapan itu justru berubah menjadi bencana yang menghancurkan hidupnya sendiri.

Setiap kali melakukan ritual, Seftiyana harus datang ke tempat dukun itu. Mulai dari mandi kembang di malam hari, berdoa hingga menjelang subuh, sang dukun selalu berada di sisinya. 

Perlahan tapi pasti, batas yang seharusnya dijaga pun luntur. Bukan hanya memberikan jampi-jampi, Wantaji justru memanfaatkan kesempatan itu.

 Tak terhitung berapa kali ia telah meniduri Seftiyana di balik selubung "ritual" dan "ilmu gaib".

Dalam keadaan linglung dan lupa diri, Seftiyana tak sadar sudah terperosok terlalu dalam. Ia sering lupa waktu hingga lupa pulang ke rumah.

Bahkan rela memberi uang lebih kepada dukun itu sebagai imbalan, mengira itu bagian dari syarat agar guna-gunanya bekerja.

Namun rahasia yang tersembunyi takkan selamanya tertutup. Pada suatu hari yang menyakitkan, H. Jamhari, suaminya yang berusia 52 tahun.

Bersama warga dan aparat kepolisian, menggerebek tempat itu. Terbukti sudah apa yang selama ini tersembunyi di balik alasan "mencari ketenangan".

Hukuman yang diterima Seftiyana terasa lebih pahit dari racun: ia diceraikan oleh suaminya, tidak mendapatkan bagian harta gono-gini sedikit pun, bahkan hak asuh anak pun lepas dari tangannya. 

Semua yang ia miliki sirna hanya karena satu kesalahan langkah.

Yang lebih membuat hati perih, setelah semuanya terbongkar dan hancur, Seftiyana dan Wantaji justru melangsungkan pernikahan siri, yang dinikahkan oleh penghulu setempat.

"Ingin mengikat hati suami dengan cara yang salah, tapi justru melepaskan segalanya. Berharap cinta tetap ada, malah masuk ke dalam perangkap yang membawa luka abadi.

 Inilah akhir dari jalan yang bukan diredhai, di mana kepercayaan hilang, martabat terinjak, dan kehidupan yang dulu indah kini tinggal kenangan yang menyiksa."

 "Cari cara agar suami makin cinta, malah terjerat pada orang yang merusak segalanya."

"Harapan yang salah arah, berakhir dengan kehilangan harta, anak, dan masa depan." "Ilmu yang diharap membawa bahagia, ternyata hanya membawa luka dan kehancuran.(*)

Posting Komentar untuk "Ingin Mengikat Cinta Suami, Tapi Justru Terjerat Dalam Luka Yang Tak Berujung..." "