Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Trump Sebut Iran Ingin Hidupkan Program Nuklir



Amerika Serikat Tuduh Iran Lakukan Serangan Dadakan, CENTCOM Sebut Rudal Balistik IRGC Sasar Pangkalan Militer

Wilayah Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) menuduh Iran melancarkan serangan dadakan.

AS menyebut Iran telah meluncurkan gelombang serangan rudal balistik yang menyasar pangkalan militer di Yordania, Selasa (28/7/2026) waktu setempat.

Serangan tersebut pertama kali terjadi sejak Presiden AS, Donald Trump memutuskan untuk menghentikan sementara operasi militer pada Jumat (24/7/2026).

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi, pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melepaskan rentetan rudal balistik sekitar pukul 00.45 waktu setempat.

"Pasukan Garda Revolusi Islam meluncurkan beberapa rudal balistik dari dalam wilayah Iran dalam sebuah upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS di Timur Tengah," menurut CENTCOM, mengutip Axios.

Kendati demikian, militer AS memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan berartinya.

Sistem pertahanan udara AS di kawasan tersebut berhasil merontokkan seluruh rudal sebelum mencapai target.

"Seluruh rudal Iran berhasil dicegat. Pasukan Amerika Serikat tetap dalam posisi siaga penuh dan tingkat kesiapan tempur tertinggi," tambah CENTCOM.

Draf Usulan Perdamaian

Meski ada serangan dari salah satu pihak, namun perundingan damai antara AS dengan Iran masih tetap berjalan.

Terbaru, Oman, dengan dukungan penuh dari negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), resmi mengajukan draf usulan perdamaian kepada Iran untuk mengelola Selat Hormuz bersama.

Bahkan, Oman juga mengajukan usulan terkait dengan penerapan skema pemungutan biaya transit yang bersifat sukarela.

Proposal ini digagas sebagai jalan keluar diplomatik untuk menghentikan krisis dan gangguan perdagangan minyak mentah dunia akibat konflik bersenjata antara AS–Israel dan Iran.

"Skema yang ditawarkan Oman ini tidak memberikan kontrol tunggal kepada Iran, melainkan tata kelola bersama."

"Biaya yang ditarik dari kapal-kapal niaga pun tidak bersifat wajib, melainkan kontribusi sukarela," ungkap seorang diplomat Barat yang mengetahui proses negosiasi tersebut, mengutip Reuters.

Meski mendapat lampu hijau dari negara-negara Arab di kawasan Teluk, usulan ini mendapat penolakan keras dari Washington.

Pejabat senior AS menegaskan, Selat Hormuz merupakan perairan internasional yang wajib bebas dari segala bentuk pungutan maupun pembatasan dari Teheran.


"Selat Hormuz adalah jalur internasional yang bebas. Setiap bentuk biaya tol wajib dianggap ilegal dan AS tidak akan menyetujui kesepakatan yang mencantumkan pungutan biaya," tegas pejabat AS.

Presiden Trump menyatakan, proses negosiasi sedang berjalan, meski ia mengancam akan meluncurkan kembali pengeboman jika diplomasi mengalami kebuntuan.

Di sisi lain, pemerintah Iran membantah telah membuka dialog langsung baru dengan AS, dan menegaskan bahwa jaminan keselamatan kapal di Selat Hormuz hanya bisa dicapai melalui kerja sama regional tanpa campur tangan militer Barat.(*)

Posting Komentar untuk "Trump Sebut Iran Ingin Hidupkan Program Nuklir"