Lutim Media Duta, - SAAT Presiden RI, Prabowo Subianto menyanjung dan memuji-muji petani dalam berbagai pidatonya, sebagai kelompok masyarakat yang menjaga ketahanan pangan bangsa ini-- semakin sejahtera .
Karena sudah banyak berlibur ke luar negeri ketidakadilan justru dialami sekelompok petani di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Dan saat Presiden Prabowo Subianto selalu menjelaskan kedekatannya dengan kalangan petani-- yang selama ini kerap menjadi sorotan publik--sebaliknya pemerintah daerah di Luwu Timur.
Pada khususnya Bupati Luwu Timur Irwan Bachry Syam, malah membuat petani di Dusun Laoli menjerit kehilangan lahan garapannya karena lahan tersebut masuk kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk pembangunan kawasan industri PT Indonesia Huali Industry Park atau PT IHIP.
Sudah dua hari ini, sejak Kamis (30/7/2026) dan Jumat (31/7/2026), puluhan jiwa petani di Dusun Laoli menjerit lantaran rumah dan aset mereka dirobohkan. Mereka terusir dari lahan yang mereka sudah garap puluhan tahun.
Bupati mengimbau seluruh ASN agar tetap tenang, menyikapi situasi daerah secara objektif, serta menghindari tindakan provokatif demi menjaga kondusivitas wilayah Luwu Timur.Lebih ironis lagi, ratusan personel gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepolisian, dan TNI kembali memasuki kawasan Dusun Laoli, Jumat (31/7/2026).
Setelah sehari sebelumnya, Kamis (30/7/2026), aparat gabungan yang dimotori Satpol-PP Luwu Timur melakukan pembongkaran paksa sejumlah rumah warga di lahan Laoli.
Sebagai upaya pengosongan lahan Laoli yang masuk dalam kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN), mereka kembali mengobrak-abrik bangunan darurat yang didirikan warga korban pengosongan lahan.
Warga korban pengosongan lahan tersebut mendirikan bangunan darurat untuk tempat tinggal sementara, di halaman masjid yang masih berdiri kokoh dalam areal lahan Laoli.
Yang memiriskan, tim aparat gabungan melakukan pembongkaran bangunan darurat saat warga setempat, terutama kaum ibu tengah memasak untuk makanan siang mereka.
Meski melakukan perlawanan, pembongkaran bangunan darurat yang telah ditempati puluhan jiwa bernaung satu malam tetap dilakukan para aparat Satpol-PP. Duh!!!!!

Posting Komentar untuk "Warga Laoli Menjerit Diusir, Rumahnya Dirobohkan Demi PT. IHIP"