RIYADH – Jalur pasokan minyak dunia kini berada dalam situasi paling kritis setelah kelompok milisi Ansarullah (Houthi) berhasil merebut Pulau Perim dan mengonsolidasikan kekuatan di sepanjang pesisir Selat Bab al-Mandab.
Berdasarkan laporan investigasi dari media terkemuka Israel Hayom pada 13 September 2026, kondisi darurat ini memaksa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, melakukan manuver diplomasi tingkat tinggi termasuk mengajukan permohonan tidak langsung kepada Israel melalui Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
Langkah ini diambil guna mengamankan pasokan data intelijen taktis dan dukungan pertahanan tambahan di tengah kekhawatiran nyata akan kelumpuhan total rute maritim di Laut Merah.
Upaya Riyadh untuk menggerakkan kekuatan sekutu utamanya sempat menemui jalan buntu setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan menolak mentah-mentah permintaan Arab Saudi untuk meluncurkan serangan udara militer secara langsung ke wilayah Yaman.
Washington lebih memilih membatasi keterlibatannya dengan hanya menawarkan dukungan non-kinetik berupa pembaruan data intelijen serta koordinasi penentuan target serangan pertahanan.
Keengganan Amerika Serikat untuk terlibat dalam pertempuran terbuka baru di Yaman didasari oleh pertimbangan risiko geopolitik yang terlalu besar, mengingat militer Pentagon saat ini masih terserap energinya dalam perang langsung melawan kekuatan Iran.
Sikap sangat berhati-hati yang ditunjukkan oleh Gedung Putih menempatkan perekonomian regional dan global dalam bayang-bayang bahaya kelangkaan pasokan energi yang masif.
Mengingat Selat Hormuz telah lebih dulu lumpuh akibat konflik, Selat Bab al-Mandab merupakan satu-satunya urat nadi tersisa bagi Arab Saudi untuk mengekspor komoditas minyak mentahnya ke pasar internasional.
Para pengamat ekonomi memperkirakan bahwa jika aliansi regional gagal menghentikan dominasi Ansarullah di jalur perairan tersebut.
Blokade ganda atas dua selat paling vital di Timur Tengah ini akan langsung melumpuhkan rantai pasok energi dunia dan melambungkan harga minyak mentah ke level tertinggi dalam sejarah.
Sumber berita: Israel Hayom, Axios

Posting Komentar untuk "Arab Saudi Terpaksa Minta Tolong Israel Demi Selamatkan Minyak Dunia"