Media Duta, -Temuan bakteri yang sama dalam sejumlah kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan bahwa persoalan keamanan pangan tidak berhenti pada proses memasak.
Pakar Keamanan Pangan UGM, Endang Sutriswati Rahayu, mengatakan bakteri dapat berasal dari bahan baku dan tetap berisiko setelah makanan dimasak.
Ia mencontohkan Bacillus cereus yang mampu membentuk endospora tahan panas.
"Jadi sebetulnya masak itu tidak menghilangkan atau tidak membunuh seluruh mikrobia yang ada, karena hanya masak biasa itu terutama endospora-nya itu tidak mati, khususnya Bacillus cereus," kata Endang saat dihubungi, Kamis (17/9/2026).
Hal ini sekaligus menanggapi temuan bakteri yang berulang dalam kasus keracunan MBG di sejumlah daerah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium pada kasus keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menemukan Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, dan Escherichia coli.
Ketiga bakteri tersebut memiliki karakteristik berbeda, mulai dari bakteri yang menghasilkan toksin hingga bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan.
Temuan lain yang dilaporkan dalam kasus keracunan massal MBG di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sampel ayam bumbu kuning dinyatakan positif bakteri Escherichia coli.(*)


Posting Komentar untuk "Pakar UGM Buka Suara Soal Bakteri 'Tahan Panas' di Kasus Keracunan MBG"