Nama Su-57E kembali menarik perhatian dalam pembahasan modernisasi kekuatan udara Indonesia.
Bukan sekadar rumor, Rusia memang pernah secara resmi memasukkan jet tempur generasi kelima tersebut dalam daftar penawaran kepada Jakarta.
Lantai, apakah Indonesia benar-benar pernah ditawari jet tempur siluman Rusia itu?
Jawabannya adalah ya, penawaran tersebut memang pernah disampaikan secara resmi oleh Rosoboronexport, perusahaan negara Rusia yang menangani ekspor persenjataan.
Rusia Pernah Menawarkan Jet Tempur Silumannya ke IndonesiaPada Juni 2025, menjelang pameran Indo Defence di Jakarta, Direktur Jenderal Rosoboronexport Alexander Mikheev menyebut bahwa tawaran Rusia kepada Indonesia mencakup Su-57E, jet tempur generasi kelima versi ekspor.
Jet Tempur tersebut bersama Su-35, persenjataan udara, pesawat tanker, helikopter, kendaraan tempur, kapal, dan sistem pertahanan udara.
Penawaran tersebut dikaitkan dengan kebutuhan program persenjataan Indonesia periode 2025–2029.
Su-57E sendiri merupakan versi ekspor dari Su-57, pesawat tempur generasi kelima Rusia.
Pesawat ini dirancang dengan karakteristik low observability atau tingkat keterlihatan radar yang rendah, kemampuan manuver tinggi, serta kemampuan membawa persenjataan di ruang internal.
Dalam materi promosinya, Rosoboronexport juga menyebut Su-57E dapat menggunakan berbagai rudal udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan.
Namun, ada satu hal penting yang sering hilang dalam pemberitaan: ditawarkan bukan berarti sudah dibeli. Pernyataan resmi Rusia tersebut tidak menyebut berapa unit Su-57E yang ditawarkan kepada Indonesia.
Tidak ada angka 12, 24, maupun 36 unit dalam pengumuman resmi Rosoboronexport yang saya temukan. Karena itu, angka-angka tersebut tidak seharusnya ditulis sebagai jumlah pesanan Indonesia tanpa sumber resmi yang mendukung.
Perkembangan berikutnya juga menunjukkan bahwa pembahasan mengenai Su-57E untuk Indonesia belum berhenti pada 2025.
Pada 2026, sejumlah laporan kembali menyebut Su-57E dalam proposal Rusia untuk memenuhi kebutuhan alutsista Indonesia hingga 2030.
Namun, proposal tersebut masih diberitakan sebagai penawaran yang sedang diproses, bukan sebagai kontrak pembelian Su-57E yang telah diumumkan secara resmi.
Dengan demikian, fakta yang paling kuat saat ini adalah Rusia memang pernah menawarkan Su-57E kepada Indonesia.
Tetapi sampai ada pengumuman kontrak resmi dari pemerintah Indonesia atau pihak Rusia, belum tepat menyebut bahwa Indonesia telah memesan atau akan menerima sejumlah tertentu Su-57E.
Pertanyaannya kemudian menjadi lebih menarik: jika Su-57E benar-benar masuk dalam pilihan Indonesia, apakah jet tempur generasi kelima Rusia tersebut akan menjadi bagian dari arah modernisasi TNI AU di masa depan?
Jawabannya masih bergantung pada keputusan pengadaan Indonesia dan perkembangan negosiasi yang berlangsung.(*)

Posting Komentar untuk "Rusia Pernah Menawarkan Jet Tempur Silumannya ke Indonesia"