Media Duta,- Pasukan Angkatan Darat Iran menggagalkan peluang AS melancarkan invasi darat di perbatasan Teheran.
Klaim tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Mohammad Akrami-Nia.
Akrami menegaskan bahwa AS gagal mengerahkan unit-unit elit dan brigade nya di sepanjang perbatasan.
"Pasukan elite dan brigade dari Angkatan Darat, dengan melakukan pengerahan di sepanjang perbatasan, telah menutup peluang pihak Amerika.
Untuk melakukan invasi darat, dan hingga hari ini mereka masih bertahan di posisi masing-masing dengan semangat tinggi," ujar Akrami-Nia dalam wawancara dengan Kantor Berita Fars pada Sabtu (3/10/2026).
Akrami-Nia menegakan, pasukannya lebih dulu bergerak sebelum AS berhasil mendapatkan peluang melakukan serangan darat.
Dalam upaya meningkatkan tensi perang di Timur Tengah, AS diketahui mengerahkan gugus tempur kapal induk ketiganya ke perairan Timur Tengah dekat Iran.
Ribuan tentara tambahan juga sedang dalam perjalanan menuju kawasan tersebut.
Seorang pejabat AS menyebut, gugus tempur kapal Induk USS Theodore Roosevelt meninggalkan San Diego dengan membawa lebih dari 2.000 personel marinir.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa pengerahan gugus tempur dan kekuatan angkatan laut tersebut dapat melibatkan tambahan total 9.000 hingga 10.000 personel militer AS.
AS juga dilaporkan telah mengerahkan lebih dari 120 pesawat ke kawasan tersebut sejak awal Februari.
Ini merupakan peningkatan terbesar kekuatan udara AS di Timur Tengah sejak Perang Irak tahun 2003.
Dalam wawancara pada Kamis (1/10/2026), Presiden AS Donald Trump juga memberikan isyarat akan melancarkan serangan bom pada Iran.(*)

Posting Komentar untuk "IRGC Tantang Rencana Operasi Darat Trump di Iran, Ancaman Bentrokan Kembali Meningkat"