Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

TNI Diduga Aniaya Kepala Sekolah, Gegara Tegur Siswa Tak Pakai Kaos Kaki


Seorang guru sekaligus tokoh agama yang menjabat sebagai kepala sekolah di Desa Meluntur, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, berinisial MM (atau MR), diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota TNI pada Sabtu (17/10/2026).

"Pagi tadi di sekolahku, kepala sekolahku tiba-tiba didatangi wali murid yang marah-marah. 

Dia datang langsung memukul kepsekku sampai mukanya bengkak dan berdarah-darah... 

Plot twist-nya, wali murid itu seorang anggota tentara yang harusnya melindungi warga, justru malah jadi ancaman," tulis guru tersebut dalam unggahan yang dikutip oleh @lamongan.update.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Desa Meluntur, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan.

 Peristiwa bermula ketika MM menegur salah seorang siswa yang kedapatan tidak mengenakan sepatu dan kaos kaki di lingkungan sekolah.

MM meminta siswa tersebut bersama murid lainnya untuk merapikan kelengkapan atribut sekolah. 

Namun, teguran kedisiplinan tersebut diduga disalahartikan oleh siswa yang merupakan anak dari terduga pelaku, hingga ia mengadukannya kepada sang ayah.

Merespons aduan anaknya, terduga pelaku mendatangi sekolah untuk menemui MM. Pertemuan di ruang kantor sekolah tersebut berujung pada percekcokan dan adu argumentasi yang memanas. 

Di tengah ketegangan tanpa konfirmasi lebih lanjut, oknum anggota TNI tersebut diduga langsung melayangkan pukulan keras ke arah wajah korban.

Aksi serangan tersebut menyebabkan suasana kantor memanas hingga barang-barang dan gelas di kantor pecah, sebelum akhirnya warga sekitar dan para guru turun tangan melerai hingga terduga pelaku meninggalkan lokasi.(*)

Posting Komentar untuk "TNI Diduga Aniaya Kepala Sekolah, Gegara Tegur Siswa Tak Pakai Kaos Kaki"