Media Duta,- Coba kita perhatikan. Sejak Ahmad al-Sharaa memimpin Suriah, kebijakan pemerintahannya mulai berubah.
Dia berusaha merangkul negara-negara Arab, membangun kembali hubungan regional, dan memperkuat posisi Suriah di Timur Tengah.
Perubahan inilah yang menjadi perhatian Israel.
Kenapa? Karena Suriah yang stabil, kuat, dan punya hubungan erat dengan negara-negara Arab tentu bisa mengubah peta kekuatan di kawasan.
Apalagi kalau Suriah mulai bekerja sama dengan Irak dan negara-negara Teluk.
Sekarang bandingkan dengan era Bashar Assad.
Selama puluhan tahun, Suriah berada dalam lingkaran pengaruh Iran. Pemerintahan Assad menjadi sekutu strategis Teheran dan menyediakan jalur penting bagi pengiriman dukungan Iran kepada Hizbullah di Lebanon.
Memang Israel juga menyerang sejumlah fasilitas militer Suriah pada masa Assad. Tetapi persoalan geopolitiknya berbeda dengan situasi sekarang.
Nah, sekarang pertanyaannya: apakah Israel benar-benar menginginkan Suriah menjadi negara Arab yang stabil, kuat, dan mandiri?
Atau justru lebih nyaman melihat Suriah tetap lemah, terpecah, dan sulit membangun kekuatan regional?
Jangan cuma melihat siapa pemimpinnya. Perhatikan juga kebijakan, kepentingan, dan perubahan peta kekuatan di Timur Tengah.
Karena dalam politik internasional, yang dipertimbangkan bukan sekadar siapa kawan dan siapa lawan, tetapi siapa yang menguntungkan dan siapa yang dianggap mengancam kepentingan mereka.

Posting Komentar untuk "ISRAEL KETAR-KETIR MELIHAT ARAH BARU SURIAH!"