Bilqis. Sejak dia datang, hidupku—dan hidup kami semua di sini—jadi lebih berwarna. Aku sudah terlanjur sayang padanya. Dia bukan hanya sekedar tamu Tapi dia sudah menjadi bagian dari kami. Kami sudah merasa dekat sekali.
Tapi kemudian, datanglah mereka.Polisi.
Saat Bilqis akan dijemput, aku merasakan kesedihan yang mencekik. Aku berusaha tegar, tapi melihat Bilqis harus pergi membuat hatiku sangat sedih. Aku tahu ini mungkin takdirnya, tapi rasanya terlalu cepat.
Hampir Dua malam itu terasa panjang sekali. Dua malam penuh kami berdiskusi, bernegosiasi dengan Polisi. Kami tidak ingin menyerahkan Bilqis begitu saja.
Kami berdebat, kami berkeras, sampai akhirnya kami menyetujui untuk mengembalikannya, tapi dengan syarat-syarat tertentu yang harus mereka penuhi. Demi Bilqis, demi kehormatan kami, mereka setuju.
Kemudian tibalah saatnya perpisahan.
Itu adalah drama perpisahan yang paling menyakitkan yang pernah aku saksikan. Aku memeluknya erat, dan dia... Bilqis menangis dipelukanku.
Tangisnya bukan tangis biasa, itu tangis yang tulus, seolah-olah dia juga tidak ingin berpisah dengan kami semua di sini.
Warga lain pun ikut meneteskan air mata. Kami tahu, kami telah kehilangan seseorang yang kami sayangi.
Aku Melihat tangisan Bilqis, aku berjanji dalam hati. Kami akan selalu mengingatnya.
Meskipun tubuhnya dibawa pergi, hatinya.sebagian hatinya akan selalu tertinggal bersama kami.Bahagia Bersama Orang Tua Kandungmu Nak Bilqis
Ini Hanya Cerita Seorang Akan Berpisah Orang YanG Dicintainya ‼️
#Bilqis
#SukuPedalaman

Posting Komentar untuk "KiSah Sedih OraNg SuKu AnAk DalaM YaNg Mengasuh BilQis KetikA AkaN BerPisaH"