Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Polemik Bandara Morowali Industri Park Kembali Ribut Media Sosial



Polemik mengenai pembangunan bandara di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, kembali mencuat dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Polemik Bandara Morowali Industri Park Kembali Ribut Media Sosial

Menanggapi isu tersebut, Eks Komisaris Independen PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Dede Budhyarto, memberikan penjelasan lengkap melalui akun X pribadinya.

 Foto  tambang  nikel di Desa Lalampu, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah,

Dede Budhyarto menyebut bahwa pendirian kawasan IMIP bukan proyek tiba-tiba seperti yang banyak dispekulasikan.

Ia menjelaskan, fondasi pembangunan kawasan industri tersebut dimulai sejak 3 Oktober 2013, ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam Forum Bisnis Indonesia–Cina di Jakarta.

“Penandatanganan pendirian kawasan IMIP dilakukan pada 3 Oktober 2013,” tulis Dede dalam akun X-nya, Rabu (27/11/2025).



Setelah melalui proses pembangunan, kawasan industri IMIP akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 Mei 2015.

Dede menegaskan, hal ini menunjukkan adanya kesinambungan kebijakan lintas pemerintahan dalam mendorong hilirisasi dan penguatan industri nasional.

“Pondasi dan kelanjutan pembangunan ini menunjukkan kesinambungan kebijakan lintas pemerintahan,” ujarnya.

Menanggapi isu terkait keberadaan bandara, Dede menyampaikan bahwa Bandara IMIP telah tercatat resmi di Kementerian Perhubungan.

Artinya, fasilitas ini memang dirancang sebagai bagian dari ekosistem industri besar yang mendukung operasional kawasan.

“Bandara IMIP tercatat resmi di Kemenhub, artinya kawasan ini dirancang sebagai ekosistem industri besar, bukan proyek dadakan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan bandara merupakan kelanjutan dari proses panjang yang dimulai sejak era SBY dan dipacu pada era Jokowi, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung lainnya.

Dalam cuitannya, Dede juga menyindir pihak-pihak yang memanaskan polemik tanpa memahami data dan kronologi pembangunan bandara IMIP.

“Jadi lucu kalau ada yang tetiba muncul jadi komentator dadakan, sok paling tahu, padahal Google cuma sejauh satu ketukan,” ungkapnya.

Ia menilai, komentar yang digoreng tanpa dasar hanya menambah kebisingan di ruang publik.

“Ribut tanpa data itu hobi lama dan kebiasaan buruk yang tidak pernah selesai,” tambahnya.(*)

Posting Komentar untuk "Polemik Bandara Morowali Industri Park Kembali Ribut Media Sosial"