Anggota Polres Ketahuan Mengedarkan Narkoba, Anggota Polres Tuding Kasat Narkoba dan Kasat Narkoba Sebut Nama Kapolres. Ternyata Tiga-tiganya Terlibat!!
Ini cerita bertingkat dalam satu garis komando.
Dari anggota, naik ke Kasat Narkoba, lalu menyeret Kapolres. Bayangkan Kasat Narkoba malah jualan narkobaaa… otaknya dimanaaaaa?
Eh atasan di atasnya malah terima uang tutup mulut bulanan bukannya malah marahin tapi kayak.. “Biar saya amankan asal ada uang bulanan.
Tapi sebenarnya gak kaget kaget bgt sih, emang banyak kok ya di sekitar kita?1. Jadi semua berawal dari Karol (Anggota Polres) dan istrinya. Mereka level paling bawah yang ketahuan duluan.
Karol ditangkap bersama istrinya oleh Polda NTB karena menguasai dan mengedarkan sabu dan ekstasi.
Dari pemeriksaan Karol inilah kasus mulai dibuka dan dikembangkan ke atas
2. Malaungi (Kasat Narkoba, atasan langsung Karol)
Dari keterangan Karol, penyidik menemukan bahwa dia tidak bergerak sendirian. Kasus lalu mengarah ke atasannya langsung, yaitu Malaungi, yang saat itu menjabat Kasat Narkoba Polres Bima Kota. Sekali lagi, Kasar Narkoba!
Waktu mau diamankan Malaungi tidak ada di tempat, karena sudah dengar desas desus namanya disebut jadi dia dan keluarga keluar dari NTB lalu sempat berada di Bali sebelum akhirnya tertangkap
Setelah ditangkap dan digeledah, polisi menemukan sabv hampir 488 gram.
Selain itu tes urine Malaungi positif narkoba, mengandung amphetamin3, MDM4, dan methamphetamin3
Hasilnya Malaungi ditetapkan sebagai tersangka dan dicopot dari jabatan Kasat Narkoba, dipecat (PTDH) lewat sidang kode etik. Lalu dari sidang inilah Malaungi menyebut nama Kapolres
3. Didik (Kapolres)
Dalam rangkaian pemeriksaan dan sidang kode etik Malaungi, nama Kapolres Bima Kota, Didik, ikut muncul. Didik kemudian diperiksa oleh Propam Polda NTB.
Di sidang kode etik itu, muncul tuduhan serius bahwa ada setoran uang rutin atau bulanan, yang disebut sebagai uang tutup mulut, agar peredaran narkoba tidak diganggu oleh Didik.
Namun hingga sekarang Didik belum ditetapkan sebagai tersangka. Tapi rasanya sulit menyebut ini sekadar kecolongan biasa.
Dan mereka ini gak cuma bobrok dalam jabatan, efek dari diamankannya Didik beserta istri, muncul nama-nama LC yang speak up. LC ini speak up ke aktivis narkoboy dengan nama akun “Badai NTB”.
Selama ini sang aktivitas memang sudah gencar menyuarakan ini semua namun baru sekarang kebobrokan ini terungkap dan benar-benar didengarkan.
Nah dari pengakuan sang LC, Didik dan istrinya pernah ‘memesan’ dirinya untuk melakukan tindakan asoy asoy bertiga.
Dan mereka menyuruh si LC untuk konsumsi ekstesyong sebelum melakukan aktivitas bertiga tsb. Seolah-olah itu adalah hal yang biasa.
Dan dari kasus ini ada istri istri yang ikut terlibat, sang aktivitas juga menyuarakan keresahannya mengenai gampangnya akses narkoboy di daerah sana serta harga yang terlibang murah.
Kasihan generasi kita. Rusak semua rusakkk.. hhhh
Ditulis oleh Faradila Novita Anasri


Posting Komentar untuk "Anggota Polres Pengedar Narkoba Sebut Kasat Narkoba dan Kasat Sebut Kapolres"