Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Pak Bardi Pegang Erat Batang Kelapa Dengan Tangan Gemetar



Desir air keruh membelai dadanya, dinginnya menusuk hingga ke tvlang. ๐Ÿฅฒ

 Kakek Bardi menggenggam erat batang kelapa, kulitnya yang kasar terasa menenangkan di telapak tangannya yang gemetar. 

   Di sampingnya, Si Untung, kerb4u kesayangannya, mengembik lirih, matanya yang besar memancarkan ketakutan yang sama dengan yang dirasakannya.

    Banjir ini datang tiba-tiba, meluap dari sungai yang biasanya tenang. 

   Dalam hitungan jam, air telah merendam kampungnya, menelan rumah-rumah dan harapan. 

Kakek Bardi hanya sempat menyelamatkan Si Untung, satu-satunya harta yang tersisa baginya setelah anak dan cucunya merantau ke kota.

     Dulu, di sawah yang subur, Si Untung membantunya membajak, keringat mereka berdua menyatu dengan tanah. 

    Kini, mereka berdua berjuang melawan amukan air, mencari pegangan di tengah pusaran takdir yang kejam.

    Kakek Bardi menatap Si Untung, merasakan denyut nadi hewan itu yang berpacu kencang.

    Ia tahu, mereka berdua sama-sama lelah, sama-sama takut. 

     Tapi ia tak bisa menyerah. Ia harus bertahan, demi kenangan akan sawah yang dulu menghidupinya, demi Si Untung, dan demi secercah harapan bahwa suatu hari nanti, anak dan cucunya akan kembali.

    Matahari mulai meredup, langit senja berwarna kelabu, sekelam hatinya. 

   Kakek Bardi memejamkan mata, berdoa dalam hati, berharap keajaiban datang. 

    Tapi yang ia rasakan hanyalah dinginnya air yang semakin meninggi, dan embikan pilu Si Untung yang seolah m3rob3k-rob3k jiwanya.

     Di tengah banjir yang melanda, ia merasa begitu kecil, begitu tak berdaya, dan begitu kesepian.  

       Ia hanya bisa berharap, di tengah keputusasaan, bahwa esok hari akan membawa keajaiban.๐Ÿคฒ๐Ÿคฒ

Posting Komentar untuk "Pak Bardi Pegang Erat Batang Kelapa Dengan Tangan Gemetar"