Dalam Sambungan Telepon Prabowo Subianto menyampaikan arahan strategis kepada Sjafrie Sjamsoeddin mengenai sikap Indonesia dalam menghadapi isu geopolitik Tiongkok dan Taiwan.
Presiden menekankan pentingnya kehati-hatian dalam bermanuver di ranah publik. Prabowo menginstruksikan perlunya menjaga hubungan baik dengan Tiongkok sambil menegaskan kembali posisi Indonesia yang konsisten pada kebijakan Satu Tiongkok.
Ia secara eksplisit menyatakan: "Pokoknya kita kita jaga hubungan kita dengan Tiongkok. MASALAH TAIWAN bagi kita kan udah jelas itu provinsinya Tiongkok... yaitu urusan di dalam negeri dia.
" Prabowo juga mengingatkan pentingnya sikap waspada agar tidak terjebak dalam pernyataan yang merugikan: "Siap Jadi Kita Hati-Hati Siap Jangan-Jangan-Jangan Diajak Bikin Statement"
Arahan ini diperkuat dengan penerapan prinsip non-intervensi yang sama terhadap masalah domestik Indonesia, yaitu Papua.
Prabowo menjadikan isu Taiwan sebagai analogi untuk menegaskan bahwa kedaulatan Indonesia harus dihormati tanpa campur tangan asing: "Sama kalau nanti ada apa-apa sama Papua, itu urusan provinsi kita.
Jangan ada negara asing siap-siap melibat." Ia menutup instruksinya dengan penekanan bahwa sikap diplomasi harus tetap sopan dan netral, tetapi tidak boleh bergeser dari prinsip dasar yang dipegang teguh: "Kita sopan, tapi kita jaga netralitas kita.
Tapi masalahnya adalah tetap kita akui One China Policy," seraya menambahkan: "SIAP-SIAP KITA TIDAK-TIDAK BERGESER DARI SIKAP KITA." Sjafrie Sjamsoeddin mengkonfirmasi penerimaan instruksi ini dengan menyatakan: "Ya, saya perhatikan Presiden." (*)

Posting Komentar untuk "Prabowo Ingatkan Menhan Sjafrie Soal Isu Taiwan"