Selama 17 tahun, Annisa Pohan menyimpan satu doa yang tak pernah benar-benar ia ucapkan keras-keras.
Doa seorang ibu yang pernah merasakan kebahagiaan, lalu harus belajar menunggu tanpa kepastian. Tahun demi tahun berlalu. Harapan datang dan pergi. Namun ia tetap percaya, meski tak tahu kapan akan terjawab.
Di usia 44 tahun, saat banyak perempuan sudah berdamai dengan kata "cukup", kabar itu datang tanpa banyak tanda. Annisa kembali mengandung anak kedua. Bukan kabar biasa. Ini adalah jawaban dari penantian panjang yangn yaris membuat siapa pun menyerah.
Bersama Agus Harimurti Yudhoyono, ia menyambut kehamilan ini dengan perasaan campur aduk: bahagia, takut, dan penuh syukur. Jarak hampir dua dekade dari kelahiran Almira membuat kehamilan ini terasa sangat berharga.
Setiap pemeriksaan menjadi momen menegangkan. Setiap detak jantung sang bayi terasa seperti penguat bahwa doa-doa lama benar-benar didengar.
Kehamilan di usia 40 tahun ke atas bukan hal ringan. Risiko ada, kekhawatiran nyata. Tapi Annisa memilih menjalaninya dengan ketenangan dan keyakinan. la tahu, amanah ini datang bukan tanpa alasan.
Kabar ini pun menyentuh banyak orang. Doa dan dukungan mengalir dari berbagai kalangan. Bukan hanya karena siapa mereka, tetapi karena kisah ini terasa dekat dengan banyak hati:
tentang menunggu lama, tentang berharap diam-diam, tentang percaya meski waktu terus berjalan.
Ini bukan sekadar cerita tentang kehamilan. Ini tentang harapan yang sempat tertunda, tapi tidak pernah benar-benar hilang.

Posting Komentar untuk "Doa Seorang Ibu Yang Pernah Merasakan Kebahagiaan"