Ketika AGH Ambo Dalle memulai aktivitas dakwah dan pendidikannya di Mangkoso sekitar tahun 1930an, DDI masih dikenal dengan Madrasah (Pesantren) Arabiyah Islamiyah
(MAI) sebagai ciri khas pendidikan pesantren di Sulawesi Selatan ketika itu.
Anre Gurutta Aliyafi diperkenalkan oleh Ayahandanya sendiri kepada AGH Ambo Dalle di Mangkoso.Ayahanda beliau bernama Syaikh Muhammad al-Yafi’iy, beliau bersama sahabatnya Syaikh Abd Raman Firdaus datang berziarah ke Mangkoso sekaligus menitipkan
AG Aliyafi. Sejak itulah beliau diserahi amanah sebagai katib syakhsie (juru tulis pribadi) AGH Ambo Dalle yang selalu mendampinginya ketika mengunjungi cabang-cabang MAI yang telah bertebaran di Sulawesi dan Kalimantan.

Posting Komentar untuk "Dua Tokoh Sentral Darud Da'wah Wal Irsyad"