Aku datang dengan niat tulus, dengan mimpi dan harapan, untuk belajar, berjuang, dan mengabdi pada negeri ini.
Aku tak pernah datang untuk melawan, apalagi untuk menyakiti siapa pun. Aku mengenakan seragam ini dengan bangga, meyakini bahwa di dalamnya ada kehormatan dan persaudaraan.
Namun yang kuterima justru luk4, rasa takut, dan penderitaan, dari tangan yang seharusnya membimbing dan melindungi.Mengapa keker4san dijadikan pelajaran❓❓
Mengapa rasa sakit dianggap bentuk pendewasaan❓❓
Aku berusaha bertahan, diam, dan taat,
namun tubuh dan jiwaku tak lagi mampu menahan semuanya.😭😭
Aku gugur bukan di medan perang,
bukan pula saat menghadapi musuh negara,
melainkan di tempat yang kusebut rumah kedua.
Di sanalah nafasku terhenti,
bersama harapan yang tak sempat kusampaikan
Lihatlah orang tuaku🥺🥺🥺
yang melepas kepergianku dengan doa dan air mata harapan.
Kini mereka hanya bisa memeluk namaku dalam sunyi,
menyisakan duka yang tak pernah mereka bayangkan.
Lihatlah keluargaku 🥺🥺
yang menunggu kepulanganku dengan bangga,
namun justru menerima kabar yang menghancurkan segalanya.
Aku pergi membawa pertanyaan yang belum terjawab,
apakah pengabdian harus dibayar dgn ny4w4 ❓❓
Apakah disiplin harus ditegakkan dengan kekerasan❓❓
Semoga kepergianku bukan sekadar angka,bukan sekadar berita yang berlalu, melainkan menjadi pengingat, bahwa kemanusiaan tak boleh m4ti di balik seragam apa pun.
TOLONG DI SHARE POSTINGAN INI YA AGAR KASUS Pratu Farkhan Sauqi Marpaung cepat terungkap‼️🙏🏻🙏🏻
#MencariKeadilan

Posting Komentar untuk "Hai senior,,, Apa Salahku Hingga Begitu Tega Menganiayaku❓"