Pasaman Timur,- Tragis histeris pecah di selasar rumah sakit saat keluarga melihat kondisi Nenek Daudah (63) yang terbaring lemah dengan luka lebam di sekujur tubuh.
Tak tahan melihat ketidakadilan yang menimpa ibundanya, anak korban kini melayangkan tuntutan terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Melawan Mafia tambang dengan Tangan Kosong
Nenek Daudah menjadi korban penganiayaan brutal yang dilakukan oleh oknum pekerja tambang ilegal di Pasaman Timur.
Motifnya diduga kuat karena sang nenek tetap teguh berdiri di tanahnya, menolak alat berat merusak lingkungan desanya.
"Ibu saya tidak punya senjta, dia hanya punya keberanian untuk bilang 'tidak' pada tambang ilegal.
Tapi balasannya, dia dicvl1k, dis1ks4, dan dibu4ng ke hutan karena dikira sudah m4t1," ujar putra k0rb4n dengan suara bergetar di hadapan awak media.
Kalau bukan kepada Bapak Presiden, kepada siapa lagi kami mengadu .Tolong tegakkan keadilan untuk Nenek Daudah!"

Posting Komentar untuk "Jerit Hati Anak Nenek Daudah, Korban Mafia Tambang Ilegal di Pasaman"