Muskan Ide - Kapal perang Rusia tiba di lepas pantai pangkalan Angkatan Laut utama Afrika Selatan pada Jumat (9/1/2026), untuk bergabung dalam latihan militer gabungan bersama kapal-kapal dari China dan Iran.
Latihan ini digelar di tengah meningkatnya k3teg4ngan global, termasuk akibat s3rangan Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Kapal korvet berbendera Rusia terlihat berlabuh di Teluk False, dekat pangkalan Simon’s Town, menurut pantauan wartawan AFP di lokasi.
Sementara itu, kapal p3rusak dan kapal pengisian bahan bakar milik China, serta kapal pangkalan depan Iran, telah lebih dulu berlayar ke perairan Afrika Selatan pada awal pekan ini.
Mereka akan mengikuti manuver militer selama sepekan, yang dijadwalkan dimulai Sabtu (10/1/2026) dengan upacara pembukaan.Latihan angkatan laut ini diberi nama Will for Peace 2026 dan melibatkan 11 negara anggota BRICS.
China disebut menjadi aktor utama dalam latihan ini. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya menyebut kelompok BRICS sebagai “Anti-Amerika”.
Angkatan Laut Afrika Selatan mengatakan, akan mengonfirmasi detail kapal-kapal peserta pada Jumat.
Wakil Menteri Pertahanan Afrika Selatan Bantu Holomisa menyebutkan, Uni Emirat Arab juga diperkirakan akan mengirimkan kapal dalam latihan tersebut.
Selain itu, negara-negara anggota BRICS lainnya seperti Indonesia, Ethiopia, dan Brasil disebut akan mengirimkan pengamat. Negara anggota BRICS lainnya meliputi India, Mesir, dan Arab Saudi.
Menurut pernyataan angkatan bersenjata Afrika Selatan, latihan gabungan ini bertujuan untuk bertukar praktik terbaik dan meningkatkan kemampuan operasional bersama.
Latihan itu juga disebut akan mendukung keselamatan jalur pelayaran serta stabilitas maritim kawasan secara umum.
Latihan ini digelar tak lama setelah AS meny!ta kapal tanker minyak berbendera Rusia, yang dituding sebagai bagian dari armada gelap pembawa minyak untuk negara-negara seperti Venezuela, Rusia, dan Iran.
Washington juga mrngancam akan mengambil t!ndakan terhadap Iran apabila demontrasi yang dipicu kenaikan biaya hidup berujung pada jatuhnya korban jiwa.
Terkait waktu pelaksanaan latihan, Holomisa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sudah direncanakan jauh sebelum ketegangan saat ini terjadi.
“Jangan p4nik karena AS memiliki masalah dengan negara-negara tertentu,” kata Holomisa kepada Newzroom Afrika.
“Mereka bukan musuh kita,” tegasnya, dikutip dari kantor berita AFP.
Latihan ini awalnya dijadwalkan berlangsung pada November 2025, tetapi ditunda karena berbenturan dengan penyelenggaraan KTT G20 di Johannesburg.
Saat itu, AS membo!kot KTT G20 sebagai bentuk prot3s terhadap hubungan Pretoria dengan Rusia dan Iran.
Peneliti senior dari Institut Studi Keamanan, Priyal Singh, menilai bahwa Washington sudah lama berupaya mengevaluasi hubungan dengan Pretoria. “Washington jelas berusaha memasukkan Pretoria ke dalam daftar hitamnya sejak awal pemerintahan Trump saat ini,” ujar Singh kepada AFP.
Menurutnya, pelaksanaan latihan Angkatan Laut ini kemungkinan besar akan dijadikan sebagai bukti tambahan oleh para pembuat kebijakan di Washington mengenai perlunya meninjau ulang hubungan bilateral dengan Afrika Selatan.
Sumber, Kompas, Com

Posting Komentar untuk "Kapal Perang Rusia-China-Iran Bersatu "Serbu" Afrika Selatan, Ada Apa?"