Dulu Jalan Kaki 12 KM ke Sekolah, Kini Namanya Harum Sebagai Bupati Legendaris. Simak Kisah Inspiratif Brigjen Ikasuma Hamid dalam Membangun Tanah Datar
Dalam sejarah kepemimpinan di Sumatera Barat, nama Brigjen TNI (Purn) Ikasuma Hamid gelar Datuak Gadang Batuah menempati posisi istimewa.
Mantan Bupati Tanah Datar dua periode (1985–1995) ini adalah bukti nyata bahwa integritas militer yang dipadukan dengan kearifan lokal mampu mengubah daerah yang terpuruk menjadi kabupaten percontohan nasional.
Mental Baja Anak Petani
Perjuangan hidup Ikasuma dimulai dari garis kemiskinan.
Anak petani desa Kubang landai kec.Tj.emas kab.Tanah Datar
,ia harus berjalan kaki sepanjang 12 kilometer setiap hari demi menamatkan sekolah di Batusangkar. Ketangguhan fisik dan mental inilah yang membawanya lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN) 1968.
Sebelum terjun ke politik, ia adalah perwira infanteri yang disegani, termasuk saat menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 131/Braja Sakti di Payakumbuh.
Misi Mustahil: Membangkitkan Tanah Datar
Saat dilantik menjadi Bupati pada 1985 oleh Gubernur Azwar Anas, Ikasuma menerima warisan beban berat. Saat itu, Tanah Datar berada di peringkat terbawah dari 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat dalam hal pembangunan.
Dengan ketulusan yang luar biasa, ia mulai berbenah. Strateginya tak hanya soal fisik, tapi juga menyentuh akar budaya lewat pembentukan Yayasan Pembangunan Nagari. Hasilnya mencengangkan:
Parasamya Purnakarya Nugraha: Penghargaan pembangunan tertinggi berhasil diraih, sebuah momen yang membuatnya menangis haru di depan sidang DPRD karena bangga akan kerja keras rakyatnya.
Mastermind Ekonomi: Ia mencanangkan konsep PERTIWI (Pertanian, Industri, Pariwisata). Di tangannya, Tanah Datar menjadi kabupaten pertama di Sumbar yang mampu meraih PAD di atas Rp1 miliar.
Pembangunan Ikonik: Lewat kolaborasi masyarakat dan TNI, ia membangun GOR Dang Tuanku. Dengan modal awal hanya Rp10 juta, ia mampu mewujudkan bangunan senilai miliaran rupiah yang diresmikan oleh menteri.
Pemimpin yang Selesai dengan Dirinya Sendiri
Di kalangan wartawan dan staf, Ikasuma dikenal sebagai sosok yang sangat bersahaja dan antikorupsi. Ia tidak pernah mengambil uang dinas melebihi haknya dan sangat menghindari pemberitaan miring.
Integritas inilah yang membuatnya sangat dicintai; terbukti saat ia maju di Pilgub Sumbar 2005, ia menang telak di Tanah Datar meskipun berstatus calon wakil gubernur.
Hingga akhir hayatnya pada 16 Maret 2011, Ikasuma Hamid meninggalkan warisan berharga:
bahwa memimpin bukan tentang kuasa, melainkan tentang pengabdian tanpa pamrih untuk kesejahteraan orang banyak.
Sumber: Wikipedia bahasa indonesia (Profil Ikasuma Hamid)

Posting Komentar untuk "Kisah Inspiratif Brigjen Ikasuma Hamid Dalam Membangun Tanah Datar"