Dijual cepat Rumah/tanah dengan seluas 336 M2 sertipikat Hak Milik Alamat Jalan Dr Ratulangi No. 3, E. Yang berminat dapat menghubungi Samsons Supeno HP 0812 5627 7440- 085 336 244 337 ttd Samson Supeno

Kisah Presiden Saddam Husain Yang Digulingkan Amerika Serikat Atas Tuduhan Punya Senjata Pemusnah


Kisah Pemimpin Irak Saddam husein yang digulingkan Amerika serikat dan sekutunya, Karena dituding punya senjata pemusnah massal ternyata sampai sekarang tidak terbukti.

Tahun 2003, Irak berada dalam kekacauan besar setelah Amerika Serikat dan sekutunya menyerbu Irak dengan alasan Saddam Hussein menyimpan senjata pemusnah massal. 

Pemerintahan Saddam runtuh, Baghdad jatuh, dan sang presiden menghilang tanpa jejak.

Selama berbulan-bulan, Saddam Hussein menjadi buronan paling dicari di dunia. 

Amerika melancarkan operasi besar-besaran, menyisir kota, desa, hingga gurun Irak. Banyak rumor beredar—ada yang mengatakan Saddam telah melarikan diri ke luar negeri, ada pula yang percaya ia bersembunyi di bawah tanah.

Akhirnya, pada 13 Desember 2003, pasukan Amerika menemukan Saddam di Ad-Dawr, dekat kampung halamannya di Tikrit. 

Ia bersembunyi di sebuah lubang sempit di bawah tanah, yang kemudian dikenal sebagai “spider hole”. Kondisinya jauh dari gambaran seorang diktator: berjanggut panjang, lemah, dan sendirian.

Saat ditangkap, Saddam tidak melawan. Ia hanya membawa pistol yang tidak digunakan. Penangkapan ini diumumkan ke dunia oleh Amerika dengan kalimat terkenal:

“Ladies and gentlemen, we got him.”

Saddam kemudian diadili oleh Pengadilan Irak atas berbagai kejahatan, termasuk pembantaian warga sipil. Setelah proses hukum yang panjang dan penuh kontroversi, Saddam Hussein dihukum mati dengan cara digantung pada tahun 2006.

Penangkapannya menjadi simbol berakhirnya kekuasaan besi Saddam Hussein, namun juga menandai awal ketidakstabilan panjang di Irak yang dampaknya masih terasa hingga kini.

Posting Komentar untuk "Kisah Presiden Saddam Husain Yang Digulingkan Amerika Serikat Atas Tuduhan Punya Senjata Pemusnah"