Berani, nekat, sekaligus mencengangkan. Seorang perempuan bernama Dea Rahmanisa sukses membuat geger jajaran kepolisian Pontianak setelah aksinya menyamar sebagai polwan berpangkat AKP terbongkar.
Bermodal postur tubuh tegap, kepercayaan diri tinggi, serta seragam lengkap Korps Brimob, Dea tanpa ragu melangkah masuk ke Markas Polresta Pontianak. Aksinya bukan main-main.
Ia bahkan sempat bertemu langsung Kapolresta Pontianak Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat dan Kasatreskrim Kompol Andi Yul Lapawesean, mengaku sebagai lulusan Akpol 2007 yang bertugas di Mabes Polri bidang IT.Di hadapan para perwira, Dea menyusun cerita rapi. Tujuannya satu: meminta penangguhan penahanan seorang tersangka kasus penadahan. Awalnya, kedatangannya diterima secara profesional. Namun, insting dan kehati-hatian pimpinan Polresta mulai bekerja.
Usai pertemuan, Kapolresta langsung memerintahkan pengecekan identitas. Hasilnya mengejutkan. Nama Dea tak tercatat sebagai lulusan Akpol maupun perwira Polri aktif. Tak ada surat tugas, tak ada status BKO, dan tak jelas asal kesatuan.
Kecurigaan pun berubah menjadi kepastian: Dea adalah polwan gadungan.
Tak butuh waktu lama, polisi bergerak cepat. Dea akhirnya diamankan saat sedang makan di sebuah gerai cepat saji di kawasan Gajah Mada. Dari tempat kosnya, petugas menemukan seragam dan atribut kepolisian lengkap, meski tanpa senja@ta api.
Penyelidikan mengungkap motif di balik aksinya.
Dea menargetkan orang-orang yang tengah berurusan dengan hukum. Dengan janji bisa “mengurus” penangguhan penahanan, ia meminta uang Rp5 juta kepada keluarga tersangka. Uang tersebut ternyata dipakai untuk kepentingan pribadi.
Kapolresta menegaskan, tidak ada mekanisme atau jalur uang untuk mengeluarkan ataupun menangguhkan tersangka dalam proses hukum. Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada janji-janji semacam itu.
Di hadapan polisi, Dea mengakui perbuatannya. Lulusan SMA asal Samarinda itu berdalih hanya ingin terlihat seperti polisi karena sering dibilang cocok dan mengaku memiliki beberapa teman anggota Polri.
Keberanian tanpa batas, jika dipakai untuk tipu daya, hanya akan berujung jerat hukum.
Masyarakat pun diimbau lebih waspada dan kritis terhadap oknum yang mengatasnamakan institusi negara demi keuntungan pribadi.
#polwangadungan


Posting Komentar untuk "Menyamar Sebagai Polwan Dengan Pangkat AKP Sempat Membuat Geger Kepolisian Pontianak"